Offside.co.id

PSSI Minta Kelompok 85 Hormati Aturan

Rabu 18 Mei 2016 23:21 WIB

PSSI mempertanyakan rencana Kelompok 85 (K85) yang bakal memboikot Kongres Tahunan PSSI. Rencananya, Kongres Tahunan sendiri bakal digelar di Balikpapan pada tanggal 1 Juni mendatang.

Kelompok 85 telah mengirimkan surat permohonan penyelenggaraan kongres luar biasa (KLB) kepada PSSI terhitung sejak, 3 Mei 2016. Dengan surat itu, K85 bersikeras untuk segera diadakannya KLB. Para pemohon atauvoters pun mengancam akan mengadukan ke federasi sepak bola internasional (FIFA) bilamana tuntutan itu tak digubris atau dipenuhi dengan masa tenggat waktu tiga bulan ke depan setelah K85 mengirimkan permohonannya tersebut.

Hingga kini, jumlah pemohon KLB ada 91 suara dari hak voters. Dengan rinciannya, 15 klub ISL, Divisi Utama (14), Divisi satu (13), Liga Nusantara, Asosiasi pemain dan pelatih (2) dan Asprov (28).

Dengan demikian, sebenarnya KLB telah memenuhi syarat yang diberlakukan PSSI, karena telah mengantongi suara lebih dari 50+1, yang menjadi acuan syarat yang dilemparkan PSSI dalam Statuta PSSI pasal 30.

BACA JUGA :   Persela dan Persipura Berbagi Angka

Namun semua usaha yang telah dilakukan K85 dibantah tegas oleh Hinca selaku wakil ketua PSSI yang baru saja kembali ke tanah air usai menghadiri kongres FIFA di Meksiko. Ia menilai bahwa tindakan K85 telah melewati tata cara pengajuan permohonan yang ada dalam PSSI.

“Permintaan seperti itu kita dengar, tapi itu semua di luar sportivitas dan di luar mekanisme yang ada. Ancaman- ancaman boikot sungguh tidak patut di sampaikan, dan sungguh tidak tepat dalam konteks,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.

“Semua boleh minta KLB? Boleh. Tapi tunggu diverifikasi, iya. Agenda kongres tetap diatur, ada ritualnya yang tidak boleh dilompati, tahapan-tahapannya pun ada. Oleh karena itu, agenda kongres namanya,” sambung Hinca kepada pewarta.

Maka itu, mengantongi suara voters lebih dari 50 persen bukanlah syarat tunggal yang diberlakukan PSSI. Melainkan, terdapat syarat penyelenggaraan KLB yang nantinya akan diverifikasi terlebih dahulu oleh tim independen yang akan dibentuk PSSI dalam kongres biasa mereka di Balikpapan, Kalimantan Timur, 1 Juni mendatang.

BACA JUGA :   Persebaya Tertahan, Djajang Minta Maaf

Jadi, tim independen yang pada 1 Juni baru terbentuk itu akan memverifikasi keinginan K85 ihwal penyelenggaraan KLB. Oleh karena itu berarti, kepastian bakal ada atau tidaknya KLB akan ditentukan nanti ketika kongres biasa di Balikpapan.

Selanjutnya, Hinca pun menyayangkan jika tindakan pemboikatan itu benar terjadi. Karena menurutnya, kongres biasa tahunan PSSI di Balikpapan merupkan salah satu pesta sepakbola Indonesia. Seluruh anggota PSSI lah yang seharusnya mencetuskan ide dan cara guna menyongsong persepakbolaan Indonesia lebih baik ke depan. Sementara itu Komisi Eksekutif (exco) PSSI hanya menjalankan berbagai agenda yang telah dirapatkan pada kongres biasa.

“Kelompok 85 akan diundang, mereka adalah anggota, karena itu mereka lah yang berdaulat untuk menentukan arah sepak bola Indonesia. Ini adalah pesta tahunan mereka, sedangkan kita sebagai komisi eksekutif hanya menjalankan hasil kongres itu,” Hinca menutup. (BM)

(Visited 67 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid