Offside.co.id

Soal Pelatih Timnas, Ternyata APSI Belum Dilibatkan PSSI

Kamis 5 Januari 2017 13:20 WIB

Offside.co.id – Teka-teki mengenai siapa pelatih tim nasional yang akan ditunjuk oleh PSSI pasca berakhirnya kontrak Alfred Riedl masih belum terjawab. PSSI kabarnya baru akan menetapkannya saat Kongres Biasa yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat, Minggu (18/01/16).

Sejumlah kandidat pelatih tim nasional, baik untuk tim senior maupun tim U-23 SEA Games, dan Asian Games sempat muncul ke permukaan, dan salah satu di antaranya Indra Sjafrie yang kini menukangi Bali United, serta Alfred Riedl yang kontraknya bakal diperpanjang setelah dinilai berhasil membawa Indonesia ke final Piala AFF 2016 lalu.

Namun demikian, sejauh ini PSSI belum pernah memunculkan nama para kandidat yang mereka kantongi. Sebelumnya Sekjen PSSI Ade Wellington pernah menyatakan setidaknya ada 5 sampai 6 calon pelatih timnas yang diincar PSSI.

Terkait dengan rencana PSSI menunjuk dan mengontrak pelatih baru tersebut, Ketua Asosiasi Pelatih Seluruh Indonesia (APSI) Dr. GH. Sutejo, SH, MH mengatakan, sejauh ini pihaknya belum pernah diajak berdiskusi secara resmi oleh PSSI. “sampai saat ini APSI belum pernah dimintai pendapatnya oleh PSSI soal pelatih timnas,” katanya kepada Offside.co.id, Kamis (5/1).

BACA JUGA :   Madrid Bungkam Getafe, Suarez Selamatkan Barca

Menurut Sutejo, sebagai asosiasi yang mewadahi para pelatih nasional, sejatinya APSI dapat dijadikan mitra oleh PSSi dalam penunjukan calon-calon pelatih tim nasional. “Para pelatih yang ada di APSI ini kan rata-rata mantan pemain timnas. Potensi mereka dapat diberdayakan untuk ikut membangun sepakbola nasional, khususnya timnas. Mereka bisa dilibatkan juga oleh PSSI dalam membuat konsep pembinaan jangka panjang, pendek, maupun menengah,” paparnya.

Tejo berharap, dengan keterlibatan APSI maka harapan untuk terciptanya sebuah pola pembinaan yang berjenjang serta tersedianya data base pemain usia muda akan lebih mudah diwujudkan. “Dengan demikian para pemain muda akan lebih terpantau, dan akan memberikan kemudahan bagi pelatih timnas yang nantinya ditunjuk,” ia menjelaskan.

BACA JUGA :   Gulung Stoke, City Kokoh di Puncak

Menurut Sutejo, saat ini ada gap yang terlalu jauh antara pemain muda dan pemain senior di timnas. Untuk mencegah terjadinya gap yang terlalu jauh itu perlu dibuat standard yang baku dalam satu konsep Standart Operating Procedure (SOP). “Dalam SOP ini ada acuan apa dan bagaiman kriteria seorang pemain bisa masuk dalam skuat timnas. Sehingga tidak terkesan bahwa pemain timnas itu asal comot saja,” kata mantan Ketua Umum Persija Timur itu.

(Visited 316 times, 2 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo