Offside.co.id

Towel Nilai PSSI Miskin Integritas dan Hati Nurani

Senin 13 Juni 2016 08:58 WIB

Offside.co.id – Juru bicara PSSI, Tommy Welly mengaku miris dengan kriminalisasi terhadap Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti. Pria yang akrab disapa Towel itu juga menilai PSSI saat ini miskin integritas dan hati nurani.

“Bayangkan saja, demi PSSI dan menjaga marwah organisasi PSSI saat ini, Ketum PSSI La Nyalla Mattalitti mengalami situasi dan perlakuan seperti sekarang ini. Justru yang menyedihkan, mereka yang selama ini dibela beliau, berbalik mengkhianatinya. Ini sungguh keterlaluan,” ujar Towel seperti dikutip dari komentarnya lewat pesan WhatsApp.

Towel mengatakan, kendati demikian dirinya yakin La Nyalla ikhlas menghadapi ini semua karena memang prinsipnya membela kebenaran yang dia pegang teguh sejak mendapatkan amanat menjadi ketua umum.

BACA JUGA :   Tiga Suporter Tewas Harus Diusut Tuntas

“Tapi satu pelajaran besar dari kenyataan ini yang ironis adalah bahwa keluarga sepak bola kita masih miskin integritas dan hati nurani. Kesetiaan pada prinsip kebenaran menjadi sesuatu yang langka. Dan selama keluarga sepak bola kita masih berperilaku seperti ini, sepak bola kita hanya akan terus berputar dalam lingkaran setan kepentingan segelintir kelompok,” beber pria yang juga pengamat sepak bola kelas atas Indonesia itu.

Towel menilai kondisi saat ini seperti aktor politik, keluarga sepak bola alias PSSI tak pernah jadi insan sepak bola tulen. Yang dimana, imbuh Towel, bicara atas nama kebaikan sepak bola padahal hanyalah seolah-olah saja.

BACA JUGA :   Tiga Suporter Tewas Harus Diusut Tuntas

Seperti yang diketahui, La Nyalla diduga membeli saham initial public offering (IPO) Bank Jatim menggunakan dana hibah sebesar Rp 5,3 miliar pada 2012. Ketua Umum PSSI ini sempat menjadi buronan, karena kabur ke Singapura dengan izin berkunjung setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jatim. (BM)

BERITA MENARIK LAINNYA :

Mourinho Bakal Coret 13 Pemain

Presiden PBFC Tendang Wasit

MU Dekati Lionel Messi

(Visited 329 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid