Offside.co.id

PT. GTS Masih Lakukan Banyak Pelanggaran Regulasi

Jumat 2 September 2016 16:59 WIB

Offside.co.id – Pelanggaran terhadap regulasi Regulasi Kompetisi dan Manual dari Liga Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 masih saja terjadi. Setelah pemain serta pelatih asing yang berkiprah di Indonesia tanpa izin tinggal dan izin kerja (KITAS), rupanya standar kualfikasi lisensi kepelatihan masih juga bermasalah.

Setidaknya itulah hasil penelusuran yang dilakukan Save Our Soccer (SOS) terhadap pelaksanaan ISC 2016 yang putaran keduanya akan kembali bergulir. SOS mempertanyakan tidak ada tindakan nyata dan tegas dari pengelola pertandingan ISC, PT Gelora Trisula Semesta (GTS) maupun pihak-pihak terkait yang memberikan rekomendasi digelarnya kompetisi yang tujuannya untuk reformasi tata kelola kompetisi sepak bola nasional ini.

BACA JUGA :   Jerman Tumbang Setelah 36 Tahun

Dalam rilis yang diterima Offside.co.id, Jumat (2/9), SOS lebih lanjut memaparkan, regulasi Kompetisi dan Manual ISC pada Pasal 37 tentang Dokumen Pendaftaran Ofisial sangat jelas dan gamblang mewajibkan standar kualifikasi lisensi bagi pelatih kepala dan asisten pelatih untuk bisa dapat Status Pengesahan tampil di ISC A.

Pasal 1 poin e.i dijelaskan: ”Pelatih kepala sekurang-kurangnya sertifikat AFC “A” Coaching atau yang setara yang mendapatkan pengakuan dari AFC.” Sementara poin e.ii dipaparkan “Asisten pelatih sekurang-kurangnya sertifikat AFC “B” Coaching atau yang setara yang mendapatkan pengakuan dari AFC.”

Gomes De Oliviera, pelatih Madura United. Lisensi kepelatihannya dipertanyakan. (Foto: GTS)

Gomes De Oliviera, pelatih Madura United. Lisensi kepelatihannya dipertanyakan. (Foto: GTS)

(Visited 690 times, 3 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo