Offside.co.id

Regulasi 2 + 1, Musibah Atau Berkah?

Selasa 10 Januari 2017 10:05 WIB

Offside.co.id – Dua pekan terakhir klub-klub kontestan ISL 2017 sangat berhati-hati soal jumlah perekrutan pemain asing. Sebagian besar masih menunggu ketentuan jumlah pemain asing yang boleh direkrut. Tetap dengan komposisi 3 + 1 atau justru diubah menjadi 2 + 1 atau ada aturan lainnya.

Sebelumnya beberapa klub menginginkan aturan 3 +1 tetap dipertahankan untuk ISL 2017.  Salah satu pertimbangannya, situasi persaingan di kompetisi. Komposisi empat pemain asing tetap dibutuhkan untuk menjaga  kesolidan tim.

“Arema sendiri menolak wacana pengurangan kuota pemain asing ini. Alasan kami, juara ISL nanti kan rencananya akan mewakili Indonesia di ajang antar klub AFC. Kalau kuota pemain asing kita dikurangi maka wakil Indonesia nantinya bisa-bisa jadi bulan-bulanan klub dari negara lainnya yang memiliki kuota pemain asing standar AFC,” kata Ruddy Widodo, General Manajer Arema seperti yang dikutip dari Wearemania.

Dalam kongres PSSI 2017 di Bandung, Minggu (8/1), akhirnya diputuskan pemain asing di ISL 2017 dengan komposisi 2 + 1. Dengan rincian, dua pemain non-Asia dan satu Asia. Pertanyaannya, regulasi ini berkah bagi perkembangan sepak bola Indonesia atau justru menjadi ‘musibah’?

BACA JUGA :   Crystal Palace Lepas dari Posisi Juru Kunci

Dalam tahap awal, bisa jadi ini akan membuat daya tarik kompetisi berkurang. Bukannya apa-apa, selama ini pemain asing kerap dianggap sebagai magnet untuk mendatangkan penonton ke stadion. Apalagi, pemain asing yang berkualitas dan terbukti menunjukkan kontribusi besar dalam performa tim.

“Secara industri, suka tak suka, selain menonton pemain lokal berkualitas, penonton juga melihat pemain asingnya seperti apa. Pihak stasiun TV pemegang hak siar pun mau bayar mahal mungkin juga karena keberadaan pemain asing yang berkualitas itu,” kata Ruddy Widodo yang kebetulan pada ISC 2016 setiap laga Arema selalu disiarkan televisi.

PSSI ternyata punya sudut pandang lain. Regulasi 2+1 dipercaya akan menguntungkan timnas dalam jangka panjang. Maksudnya, akan banyak kesempatan bagi pemain lokal untuk diturunkan penuh dalam satu pertandingan. Dalam tahap yang lebih kongret lagi, banyak minute play untuk pemain-pemain muda.

BACA JUGA :   Roma Jajaki Perekrutan Striker Sassuolo Ini

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, membenarkannya. “Ini bagus dan saya pikirkan kesempatan emas buat pemain lokal. Jadi, kalau ada pemain asing memang kualitasnya di atas rata-rata pemain lokal. Ini kesempatan untuk Indonesia berkembang juga,” kata Umuh

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sepakat dengan tujuan tersebut. Pengurus APPI Ponaryo Astaman menilai apa yang ditunjukkan PSSI (soal regulasi pemain asing, Red) adalah langkah tepat untuk mendukung munculnya pemain-pemain lokal yang berkualitas.

“Kita harus ambil sisi baiknya saja. Kesempatan untuk pemain lokal bertambah bermain dengan menit bermain yang lebih panjang. Efeknya akan lebih banyak pemain yang siap ketika dipanggil timnas,” kata Pornaryo.

(Visited 578 times, 3 visits today)
Editor: Hanif Marjuni