Offside.co.id

Ricuh Pembukaan Liga1 Tanggungjawab PT LIB

Sabtu 18 Mei 2019 14:03 WIB

 Offside.co.id – Kericuhan antarpenonton yang terjadi di tengah berlangsungnya pertandingan pembuka Liga1 antara PSS Sleman dan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 15 Mei lalu, merupakan tanggung jawab operator liga, PT Liga Indonesia Baru (LIB).

“PSSI menyerahkan tanggung jawab kepada LIB karena mereka memiliki mekanisme dan standar prosedur operasional sendiri dalam menjalankan pertandingan,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di Jakarta, Jumat (17/5) malam, seperti dilansir Antaranews.

Ratu Tisha melanjutkan, LIB sebagai penyelenggara kompetisi dalam praktiknya menyerahkan mandat kepada panitia pelaksana pertandingan yang bertanggung jawab penuh atas semua yang terjadi saat laga.

Menurut dia, saat ini semua pihak dari panpel sampai LIB terus mengumpulkan data-data dan mengeluarkan laporan akhir terkait peristiwa tersebut. Laporan pamungkas inilah yang akan diserahkan kepada PSSI selaku induk federasi sepak bola di Indonesia.

BACA JUGA :   Tangani Juventus, Sarri Tinggalkan Chelsea

“Semua prosedur sedang dilaksanakan,” kata Ratu Tisha.

Pertandingan pembuka Liga 1 Indonesia 2019 PSS Sleman versus Arema FC, yang berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan tuan rumah, Rabu (15/5), dihentikan pada menit ke-30 karena terjadi keributan yang melibatkan kelompok pendukung kedua tim.

Sesuai regulasi, wasit memberikan jeda sampai situasi dapat dikendalikan. Laga itu sendiri berlangsung sampai tuntas.

Kerusuhan itu mendapatkan perhatian dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Ketua BOPI mengundang LIB pada Jumat (17/5) untuk mendengarkan langsung soal peristiwa tersebut.

BACA JUGA :   Da Silva Kembali ke Persebaya

Ketua BOPI Richard Sam Bera meminta LIB untuk melakukan tindakan tegas, termasuk di dalamnya sanksi dari PSSI kepada semua yang terlibat, dalam waktu 3×24 jam.

Jika tidak dilakukan, BOPI mengancam akan mencabut rekomendasi yang sebelumnya mereka berikan untuk Liga 1.

“Mekanisme yang bisa kami lakukan adalah mencabut rekomendasi. Pak Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga sempat menyarankan Liga 1 dihentikan dahulu selama bulan Ramadhan,” tutur Richard.

 

Keterangan Foto: Suasana kericuhan antarsuporter PSS vs Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, 15 Mei 2019. (foto: dok jawapos.com)

(Visited 19 times, 7 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply