Offside.co.id

Sejumlah Pelatih Rawan Pemecatan

Kamis 11 Mei 2017 13:15 WIB

Offside.co.id – Ketat dan sengitnya perhelatan Go-Jek Traveloka Liga 1 sejauh ini sudah memakan korban tiga pelatih kepala. Kursi pelatih menjadi semakin panas tatkala tim yang ditanganinya belum juga memberikan hasil menggembirakan.

Diawali pemecatan Hans Peter Schaller oleh manajemen Bali United pada akhir April 2016 lalu, trend pemecatan berlanjut diawal Mei 2017.

Hanafi, pelatih Persegres Gresik United (foto:kompas.com)

Dari catatan Offside.co.id menunjukkan pada tanggal 1 Mei 2017 Timo Scheunemann mengundurkan diri dari Persiba Balikpapn dan Laurent Hatton dari PS TNI posisinya sebagai pelatih digantikan Ivan Kolev.  Timo mengundurkan diri setelah Persiba kalah tiga kali berturut-turut dari Persija (2-0), Perseru Serui (2-1), dan Arema FC (1-0).

Sedangkan pemecatan Laurent Hatton sedikit kontroversi karena alasan belum mengenal karakter kompetisi di Indonesia, padahal PS TNI tidak terkalahkan di tiga pertandingan awal liga. Hatton berhasil membawa anak asuhnya menahan imbang Borneo FC (2-2) dan Persib (2-2), serta mengalahkan Bhayangkara FC (2-1).

“Pelatih itu harus yang mengerti karakter agar lebih maksimal. Beliau (Kolev) sudah pengalaman dan banyak klub Indonesia sudah dilatih, seperti Sriwijaya FC, Persija, hingga Persipura. Jadi, sudah cukup mengenal,” dalih media officer PS TNI, Nandang Permana Sidik.

Bulan Mei ini tampaknya masih belum akan ramah bagi beberapa pelatih kepala peserta kompetisi. Sejumlah pelatih mulai digoyang karena belum menunjukkan hasil kerja optimal seperti. Bukan tidak mungkin mereka akan bernasib sama dengan Hans Peter Schaller, Timo Scheunemann, dan Laurent Hatton.

Timo Scheunemann, pelatih Persiba yang mengundurkan diri belum lama ini.

Mereka di antaranya adalah. Hanafi (Persegres Gresik United). Hasil positif ketika menahan imbang tuan rumah Persipura 1-1 tidak berlanjut di tiga pertandingan berikutnya. Kalah dua kali di kandang oleh Semen Padang (3-1) dan Persib (1-0), ketika menjalani partai tandang pun Persegres kalah telak 0-3 dari Borneo FC dan kalah tipis 2-1 dari Bhayangkara FC. Hasil tersebut menjadikan tim “Joko Samudro” harus berada di dasar klasemen dengan poin 1

Yusak Susanto (Perseru Serui). Posisi Perseru Serui hanya berbeda dua strip di atas Persegres atau masih berada di zona degradasi. Yusak Susanto hanya berhasil membawa anak asuhnya mengumpulkan empat poin dari lima pertandingan yang telah dijalani. Bahkan mitos tim tamu tidak pernah menang ketika bermain di stadion Morora pun berhasil dipatahkan oleh PSM Makassar. Kala itu Perseru harus mengakui ketangguhan “Juku Eja” dengan skor tipis 2-1. 3.

Kemudia, Stefano Cugurra (Persija Jakarta). Hingga pekan kelima, tim “Macan Kemayoran” belum mampu menunjukan taringnya. Di awal kompetisi tim asal ibu kota menyimpan asa untuk menjadi juara Liga 1. Pergantian manajemen dan kepastian mendapatkan kandang tetap di Stadion Patriot, Bekasi, tidak membuat Persija kembali menjadi klub yang disegani.

Membuka kompetisi dengan kemenangan 2-0 atas Persiba, Persija tidak dapat memaksimalkan laga kandang saat ditahan imbang 1-1 oleh Barito. Selanjutnya The Jakmania dipaksa merana ketika tim kesayangannya kalah dengan skor identik 1-0 dari PSM,Madura United, dan Persela.

Tagar “TecoOut” sempat menjadi trending topic di jagat twitter. Teco bisa saja lengser jika pertandingan melawan Mitra Kukar, Minggu (14/5) gagal meraih poin penuh. (VP)

(Visited 225 times, 3 visits today)
BACA JUGA :   Stones Bakal Kembali Jadi Andalan City
Editor: Kesit B Handoyo