Offside.co.id

Semifinal “di Tangan Hansamu”

Rabu 23 Agustus 2017 21:50 WIB

Offside.co.id –  SEKALI LAGI, tim nasional sepakbola kita akan berlaga di semifinal Sea Games ke-XXIX, Kuala Lumpur 2017. Namun demikian, Hansamu Yama dan kawan-kawan harus lebih dulu mengalahkan Kamboja dalam laga terakhirnya di Grup B, minimal 3-0. Itu pun jika laga Vietnam dan Thailand tidak berakhir draw.

Jika draw, Vietnam, Thailand, dan Indonesia, akan sama-sama memiliki poin 11. Vietnam sendiri yang memiliki selisih gol 12-1, boleh dibilang menjadi yang paling aman. Sementara Thailand dengan selisih gol 7-1, secara teori juga lumayan aman.

Indonesia tidak punya pilihan lain kecuali harus menang minimal 3-0. Dengan hasil itu, maka Indonesia akan mendampingi Vietnam dengan selisih gol 8-1. Tapi, jika hasilnya di bawah itu, peluang kita untuk lolos hanya satu: Vietnam atau Thailand saling mengalahkan.

BACA JUGA :   Tekuk Eibar, Madrid Terus Dekati Barcelona

 

Menyerang

Untuk itu, pelatih Luis Milla dan Bima Sakti tidak punya pilihan kecuali harus menggempur pertahanan Kamboja sejak awal. Menerapkan pola menyerang dengan cepat, secara teori akan menghancurkan Kamboja yang memang secara teknis berada di bawah kita.

Tapi, hal itu tidak otomatis bisa dilakukan dengan baik, mengingat dari empat laga yang sudahndilskukan, kesalahan-kesalahan elementer selalu saja terjadi. Tidak sabar, tergesa-gesa, tidak jeli, dan sering kehilangan lawan, menjadi pemandangan yang terus-menerus mendebarkan.

Kesalahan itu berulang-ulang terjadi. Puncaknya terjadi saat babak kedua laga ke-4, melawan Vietnam. Hanif Sjahbandi dikartumerahkan wasit setelah ia melakulan sesuatu yang tak perlu. Kejadian itu terjadi di depan wasit. Tangan kanan Hanif tertangkap mata wasit saat  “mengepret” telinga pemain Vietnam. Tak ayal, Hanif yang sebelumnya sudah memperoleh kartu kuning, diusir juru adil yang kurang adil, Al Yaqoubi Omar Mubarak. Apa yang dilakukan itu, sungguh-sungguh tidak perlu terjadi.

BACA JUGA :   Gol Deulofeu dan Iniesta Menangkan Barca

Jadi, jika Hansamu dan kawan-kawan ingin lolos ke semifinal, pilihannya ya itu tadi, bermain cepat dan meminimalkan kesalahan. Artinya, jika konsentrasi menekan tanpa memperketat pertahanan, bisa berbahaya juga. Meski di atas kertas kita, secara teknis berada di atas Kamboja.

Semoga saja apa yang kita harapkan bisa sungguh-sungguh terjadi. Kita tahu, sukses sepakbola seperti super cahaya di tengah terseoknya prestasi kontingen. Sebaliknya, sukses sepakbola akan mampu menutup seluruh kekurangan.yang ada selama ini.

Semoga saja kita bisa menggilas Kamboja…

(Visited 196 times, 6 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo