Offside.co.id

Soal Pengurus PSSI, Jangan Beli Kucing Dalam Karung

Kamis 7 Maret 2019 10:33 WIB

Offside.co.id – Sudah terlalu sering, bahkan mungkin sudah menjadi kebiasaan kita, untuk selalu terburu-buru dalam mengeluarkan pernyataan, seperti orang yang takut dikatakan tidak berpihak atau takut dianggap lawan. Padahal, selama lebih dari 15 tahun ini, dukung mendukung seseorang menjadi Ketua Umum PSSI tidak menghasilkan kepengurusan yang baik dan solid, serta mampu memajukan sepakbola Indonesia.

Mari kita tarik mundur ke dua periode terakhir kepengurusan PSSI, yaitu pimpinan La Nyalla Mataliti dan Edy Rahmayadi. Pada saat nama kedua sosok ini muncul atau dimunculkan, semua pihak yang memiliki hak suara di PSSI, tanpa melihat lagi latar belakang keduanya di dunia sepakbola langsung saja menyatakan dukungannya. Padahal, belum ada analisa tentang siapa dan bagaimana kedua calon tersebut dalam dunia sepakbola Indonesia.

Sekarang, hal ini muncul lagi. Dan, saya yakin bahwa para pemilik suara (voters) di PSSI belum memahami latar belakang sepak bola mereka dan bagaimana sebenarnya mereka dengan sepakbola.

Apakah betul mereka itu punya latar belakang yang hebat di dunia sepakbola kita, apakah betul mereka telah banyak berbuat untuk kemajuan sepakbola, apakah betul mereka selama 5 tahun terakhir ini ada di dunia sepakbola kita, serta paham betul dengan kondisi yang terjadi selama lima tahun terakhir ini?

BACA JUGA :   Dihajar Thailand, Timnas U-23 Tersungkur

Kalau ya, tentunya Alhamdulillah. Berarti dukungan yang diberikan sudah mulai “agak benar”.

Lho kok? Ya, iya lah, karena berita-berita tentang mereka di dunia sepakbola sepertinya belum ada. Kontribusinya pun juga belum jelas. Para pemberi dukungan hanya latah dan mencari-cari muka saja supaya dianggap bagian dari kepengurusan mereka  dan berharap mudah-mudahan diajak menjadi pengurus. Atau, setidak-tidaknya klubnya dapat dianggap sebagai pengusung mereka sebagai ketua umum.

Baik kah ini untuk kepengurusan PSSI mendatang?

Saya tidak berani mendahului kehendak Yang Maha Kuasa, tapi saya sangat yakin bahwa ini tidak baik karena sejarah akan kembali berulang, yakni kondisi dunia sepakbola kita tetap tidak seperti apa yang kita inginkan.

BACA JUGA :   Timnas U-23 Siap Ladeni Thailand

Para suporter masih akan terus menjadi pendukung buta dan sebagainya. Pembinaan organisasi dan pembinaan dasar sepakbola akan tetap seperti apa adanya, dan banyak hal lagi di organisasi sepakbola Indonesia, baik di pusat maupun daerah yang sekarang sudah sangat mendesak untuk diperbaiki, akan tetap seperti sebelumnya.

Oleh karena itu, saran saya sebagai orang yang sudah berada di dunia sepakbola sejak 1987, marilah kita melakukan uji kelayakan terlebih dahulu kepada siapa saja yang ingin dan mau menjadi pengurus PSSI. Terlebih khusus ketua umum dan Komite Ekseskutif (Exco) dimana mereka harus diminta untuk memaparkan pengetahuannya di dunia sepakbola.

Kita tidak boleh lagi “membeli kucing dalam karung”. Kiprah mereka di dunia sepakbola harus jelas. Komite Pemilihan harus membentuk terlebih dahulu tim penguji yang akan melakukan penelitian itu, seperti layaknya tim seleksi. ***

Penulis adalah Pemerhati Sepakbola Indonesia

 

(Visited 7 times, 9 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo