Offside.co.id

Suporter, Berhentilah Bergaduh!

Selasa 25 Juli 2017 06:30 WIB

Offside.co.id – LAGI laga Persib melawan Persija, dalam lanjutan kompetisi Liga-1, Sabtu (22/7) malam di Stadion Bandung Lautan Api, diakhiri dengan kerusuhan. Sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi lagi. Sesuatu yang sesungguhnya tak perlu terjadi.

Namun faktanya, apa yang akhirnya tersaji bukanlah laga indah dari dua klub yang syarat kemampuan, tapi gambar kebrutalan penonton yang tersaji dan terekam. Tidak hanya lemparan botol plastik serta benda-benda lain melayang ke lapangan, bahkan para pemain Persija pun ikut dikejar-kejar.

Banyak pihak mengatakan bahwa tindakan para pendukung Persib itu dipicu oleh kekecewaan hasil imbang 1-1. Tapi, menurut saya bukan semata karena kecewa. Kebrutalan itu seperti irama kewajiban, irama yang berbalas seperti pantun: “dia datang kami kemplang, dia pulang kami terjang”

Jadi, menurut catatan saya, semua kegaduhan itu justru bukan karena kekecewaan, tapi kerusuhan itu timbul karena kisah lama yang tidak pernah diselesaikan dengan sungguh-sungguh. Bobotoh, Viking, Jakmania, dan siapa pun yang berada di antara Persib dan Persija, tidak juga memiliki kemauan yang tulus untuk menyelesaikan persoalan. Kedua belah pihak masing-masing menyimpan bara.

BACA JUGA :   Dzumafo Hattrick, PSPS Pimpin Klasemen Grup Y

Tengoklah dalam setiap pra laga Persib vs Persija atau sebaliknya. Atas nama kebaikan, kedua pemimpin klub elite anggota Liga-1 PSSI yang terhormat itu, selalu berujar: “Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, maka Bobotoh, Viking, atau Jakmania, dilarang datang!”

Tidak cukup sampai di situ, pihak kepolisian pun langsung mengamini.
Coba kita cermati kalimat klise yang selalu diucapkan untuk mengantisipasi keamanan, bukankah itu justru menjadi pemicu? Kalimat itu seolah –maaf– bernada: “Ingat lho, kita bermusuhan!”

Uniknya, PSSI pun, tidak segera menyadari situasi ini. PSSI dan pengelola kompetisi seperti pasrah saja dengan keadaan. Akibatnya, kerusuhan menjadi bagian yang tak terpisahkan.

BACA JUGA :   Riko Simanjuntak Jadi Incaran Persija

Bayangkan, berbelas tahun situasi ini terjadi, belasan korban jiwa telah jatuh, puluhan kendaraan hancur-luluh. Akankah kita biarkan?

Dari hati yang terdalam, saya mengimbau kepada semua pihak, utamanya para pemuka Bobotoh, Viking dan Jakmania. Berdamailah, berpelukanlah. Tanpa niat tulus semua pihak, maka korban-korban lain dan kebrutalan-kebrutalan lain akan menjadi penghancur sepakbola.

PSSI sendiri, tegaslah. Jangan ragu untuk mengembalikan cita-cita Ir. Soeratin saat membentuk PSSI, 19 April 1930: “Sepakbola untuk mempersatukan anak negeri!”

Jadi, jika perlu, klub mana pun juga, jika suporternya tak kunjung mau berdamai: Hukumlah dengan keras! Jangan biarkan, atas nama apapun sepakbola menjadi pemecah-belah anak bangsa.

Semoga bermanfaat…

(Visited 91 times, 2 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo