Offside.co.id

Toni, Ngapain Ikutan Test Sekjen PSSI?

Senin 22 Mei 2017 21:24 WIB

Offside.co.id – TUJUH dari 30 pelamar posisi Sekertaris Sekretaris Jendral PSSI, tidak menghadiri psikotes yang diselenggarakan, Senin (22/5) oleh PSSI. Namun demikian, peserta tiba-tiba bertambah satu orang. Padahal PSSI, seperti diumumkan oleh Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budiyanto, pendaftaran ditutup per tanggal 20 Mei 2017. Artinya, peserta baru itu patut dapat diduga sebagai peserta ilegal.

Sekali lagi, niat PSSI yang ingin transparan dan terbuka ke publik itu bisa tidak tercapai. Bayangkan, PSSI sudah mengumumkan 30 nama pelamar yang akan mengikuti seluruh uji kelayakan, dan nama Toni Apriliani, tidak ada. Tapi, dalam psikotes justru muncul.

Dari satu sisi, masuknya Toni yang mantan ketua Asosiasi PSSI Jawa Barat itu, mungkin benar karena pengalamannya. Tapi, dari sisi kepatuhan dan keterbukaan, ikutnya Toni justru menyalahi aturan PSSI sendiri dalam tatacara pelamaran.

BACA JUGA :   Indonesia Terus Pelihara Asa ke Semifinal

Jadi, jika Toni terpilih, maka PSSI tidak bisa meminta sekjen untuk patuh pada aturan. Proses yang salah, pasti berbuah kesalahan lain lagi.

Toni sendiri sangat saya kenal dengan baik. Ia paham sepakbola dengan baik karena memang sudah terlibat di sepakbola nasional lebih dari 15 tahun, tapi cara keikutsetaannya keliru. Artinya, kekeliruannya ini, kelak akan menjadi titik lemah di kesekjenan.

Di samping itu, secara pribadi, saya menyayangkan keikutsertaan Toni. Ia pernah menduduki posisi eksekutif komite yang juga pernah menempati posisi strategis di PSSI. Untuk apa Toni menurunkan derajatnya? Sepantasnya Toni diposisikan sebagai penasihat.

Selain itu, PSSI seharusnya tak perlu repot-repot untuk mencari dan menggelar test. Sosok yang paling tepat untuk menduduki posisi sekjen sesungguhnya ada di dalam tubuh PSSI sendiri. Joko Driyono yang saat ini menjadi Wakil Ketua Umum dan plt. Sekjen adalah tokoh yang mumpuni. Jika tidak ingin Joko melepaskan posisi waketumnya, maka PSSI bisa mengambil para calon yang jelas pernah menjadi sekjen di dunia keolahragaan.

BACA JUGA :   Rooney Pensiun dari Timnas Inggris

Benar transparansi itu penting, tapi untuk memilih sekjen, rangkaian yang dilakukan ini kurang tepat. Mumpung belum terlanjur, maka segeralah PSSI melakukan perbaikan. Jangan biarkan kekeliruan demi kekeliruan terus terjadi lagi.

Bravo sepakbola nasional!

(Visited 241 times, 1 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo