Offside.co.id

Benarkah Ibra Alami Musim Terbaik Pertamanya di MU?

Selasa 21 Februari 2017 17:58 WIB

Oleh Hanif Marjuni, Jurnalis Offside.co.id

Zlatan Ibrahimovic memang beda. Di mana pun ia tampil, kerap bikin sensasi dengan lesakkan golnya. Striker berumur 36 tahun itu menjulang sebagai goal getter yang produktif dan ditakuti lawan. Ia liar, licin, kokoh dan sedikit temperamen.

‘Sensasi’ itu masih berlanjut pada musim ini. Ia mencuat sebagai pemain yang paling produktif bagi Manchester United. Hingga pekan ke-25 Premier League musim 2016-2017, pemain eksentrik itu telah membukukan 15 gol. Malah, ia juga sepat bikin tujuh gol di ajang lain seperti Europa League, Piala Liga dan juga Piala FA. Jika dirunut, Ibra total sudah mengoleksi 22 gol bersama Setan Merah.

Prestasi itu membuat Ibra seolah-olah dianggap kartu As bagi MU. Ketika ia bikin gol, ada kecenderungan klub kaya raya asal Inggris itu menang atau minimal imbang. Ia bak penyelamat bagi tim didikan Jose Morinho tersebut.

Pertanyaannya, apakah lesakkan gol Ibra pada musim 2016-2017 ini merupakan musim pertama terbaiknya ketika memperkuat satu klub? Jika saja dihitung sampai dengan pekan ke-25 di setiap musim pertamanya di satu klub dan di kompetisi strata tertinggi di satu negara, ternyata musim ini bukan yang terbaik (dalam hal produktivitas gol, Red) bagi Ibra.

Logika sederhanya begini.

Sepanjang karier profesionalnya, Ibra pernah memperkuat tujuh klub. Pertama, ia memperkuat klub negaranya, Malmo. Selama semusim di klub ini, Ibra hanya bisa mengoleksi tiga gol. Namun saat itu, Ibra sudah dianggap sebagai calon bintang besar.

Setelah dari Malmo, ia hengkang ke Ajax Amsterdam pada musim 2001-2002. Rupanya, musim pertamanya bersama Ajax, tak langsung moncer. Hingga pekan ke-25 Eredivisie pada musim tersebut, Ibra hanya bisa melesakkan 6 gol.

Hampir sama kasusnya ketika direkrut Juventus pada musim 2004-2005. Pada musim pertamanya di Serie-A, Ibra sukses mengoleksi 10 gol hingga pekan ke-25. Lalu ketika hijrah ke Inter pada musim 2006-2007, pada perbandingan pekan yang sama, ia hanya mengoleksi 11 gol.

Pada musim 2009-2010, Ibra pindah ke Barcelona. Sampai dengan pekan ke-25 Divisi Primera La Liga musim tersebut, ia mengoleksi 12 gol.  Semusim di Barca, ia hengkang ke AC Milan. Pada musim pertamanya bersama I Rossonerri, sekali lagi pada perbandingan pekan yang sama, ia membukukan 13 gol.

Nah, sebelum hijrah ke MU, Ibrahimovic lama memperkuat Paris Saint Germain. Itu terjadi mulai musim 2012-2013. Pada musim pertamanya di Ligue 1 hingga pekan ke-25, Ibra sukses melesakkan 21 gol.

Jelas sudah, jika dibatasi pada pekan ke-25 musim pertamanya di satu klub dan pada kompetisi strata tertingginya, produktivitas Ibra yang  paling mentereng saat ia berkostum PSG. Bukan Manchester United. (HM)

(Visited 96 times, 1 visits today)
Editor: Hanif Marjuni