Offside.co.id

Cintailah Produk-Produk Indonesia!

Rabu 5 Oktober 2016 01:21 WIB

Gayung bersambut, dalam satu dekade terakhir, keberadaan pemain asing sempat memunculkan pro dan kontra. Banyak kasus minor muncul ke permukaan. Tal sedikit klub yang mengeluhkan kualitas pemain asing yang pas-pasan. Kasus lain, attitude legiun asing  buruk, tak memberi contoh positif.

Klub pun meradang. Mereka merasa tertipu. Pemain asing hanya bagus di proses seleksi atau awalnya saja. Selanjutnya, melempem! Tak sedikit yang mudah cedera. Lebih pedihnya lagi, tak ada semangat yang menggambarkan mereka telah digaji lebih.

Regulator kompetisi pun membuat aturan tegas. Ada regulasi pemain asing yang harus dipenuhi. Di antaranya standar minimal keikutsertaan sang pemain di kompetisi sebelumnya. Regulasi itu dimaksudkan agar pemain yang didatangkan bukan lagai kelas tarkam. Namun benar-benar dari strata kompetisi yang memang lebih baik ketimbang kompetisi nasional.

pemain-asing

Berhasilkah kebijakan tersebut? Relatif. Tetap ada banyak klub yang mengeluhkan kualitas legiun asingnya. Dalam perkembangannya, untuk mencari pemain asing yang benar-benar berkualitas, harganya selangit. Klub tak terjangkau ditengah pengetatan anggaran.

Beberapa kontestan kompetisi tanah air mengambil jalan pintas. Mereka mengandalkan stok pemain lokal. Tak masalah, mengontrak pemain asing dengan harga murah dan kualitas yang rata-rata air. Yang penting, bisa bersaing dengan tim-tim lain. Ironis.

(Visited 784 times, 35 visits today)
Editor: Hanif Marjuni