Offside.co.id

FIFA, PSSI, dan Voter 10 Kaki

Kamis 1 September 2016 12:23 WIB

BURSA Ketua Umum PSSI makin seru. Kongres untuk memilih PSSI 1 yang pada pertemuan di Ancol bulan lalu disepakati akan digelar di Makassar, mulai digoyang. Tentu ini bukan tanpa maksud. Siapa yang menggoyang? Ironisnya, justru para calon pemilih itu sendiri, yang awalnya sepakat memilih Makassar.

editorial SN

Sebelumnya, para pemilik suara alias voter, ingin meminta Kongres Luar Biasa (KLB) dengan agenda mengganti Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattallitti. Siapakah voter dimaksud? Mereka adalah orang-orang yang dulu mengangkat La Nyalla, yakni klub-klub Liga Super, dan sebagian klub Divisi Utama dan Liga Nusantara, Asprov PSSI, serta segelintir asosiasi.

Berkhianatkah mereka? Macam-macam tafsirnya. Ada yang menyebut, memang demikian. Tapi banyak juga yang bilang, ini sikap realistis. Soalnya, membela ketua sendiri tapi dimusuhi Menpora plus kepanjangan tangan pemerintah seperti aparat keamanan, ibarat bunuh diri. Apalagi La Nyalla kini dibui. Liga macet, industri bola lumpuh, pengangguran pun menjamur. Gongnya, Indonesia dikucilkan FIFA.

Transaksi Jahat

Fase itu sudah lewat. Menpora melunak, FIFA pun mencabut sanksi. Sekarang, fokus utama mencari pengganti La Nyalla. Seperti selama ini terjadi, ajang lima tahunan bertajuk KLB, identik dengan pesta rupiah. Ini sudah jadi rahasia umum. Demi mengutip satu suara saja, dulu seorang calon ketua umum harus menebusnya senilai puluhan juta rupiah. Angka itu naik fantastis pada era terkini.

BACA JUGA Moeldoko: Restu dari Jokowi dan Wiranto

(Visited 3.276 times, 6 visits today)
Editor: Sigit Nugroho