Offside.co.id

Piala Presiden Berakhir, Kini Bola Ada di PSSI

Senin 13 Maret 2017 14:03 WIB

INGAR bingar Piala Presiden 2017 usai. Perhelatan sepakbola nasional yang berlangsung sejak 4 Februari 2017 mencapai puncaknya Minggu (12/3) di Stadion Pakansari, Bogor. Turnamen yang diikuti 20 peserta ini menelurkan Arema sebagai juara setelah mengalahkan Pusamania Borneo FC 5-1.

Pasca dicabutnya sanksi dari Badan Sepakbola Internasional (FIFA) pada 13 Mei 2016, sepakbola nasional kembali menggeliat. Dengan sudah kembalinya Indonesia (baca: PSSI) ke kondisi normal serta telah terbentuknya kepengurusan baru PSSI periode 2016-2020 di bawah kepemimpinan Letjen TNI Edy Rahmayadi, geliat sepakbola Indonesia diharapkan akan semakin kencang.

Piala Presiden 2017 hanyalah ajang permulaan atau pemanasan sebelum dimulainya kompetisi resmi Liga Indonesia. Namun dari turnamen ini setidaknya tergambar bagaimana animo klub-klub serta masyarakat menyambut kembalinya sepakbola nasional.

Kita berharap PSSI cepat dan tanggap menyambut atmosfer positif ini. Jangan sampai klub dan masyarakat dibuat menunggu lama gelaran liga. Ini pekerjaan rumah (PR) bagi pengurus baru PSSI yang sampai kini belum menetapkan tanggal pasti kapan musim kompetisi 2017 dimulai. Rencana liga yang sedianya dimulai 26 Maret dipastikan mundur hingga pertengahan April mendatang dengan alasan menunggu kesiapan klub-klub peserta.

Agak ironis memang jika para peserta liga, khususnya dari kasta tertinggi yang disebut PSSI sebagai Liga1, masih belum siap. Jika kita menilik bagaimana klub-klub peserta Piala Presiden 2017, yang mayoritas merupakan calon peserta Liga1, sebenarnya kurang pas dikatakan mereka belum siap. Secara kasat mata sesungguhnya mereka sudah bisa dikatakan siap.

Nah, kesiapan PSSI sendiri bagaimana? Apakah operator kompetisi yang akan memutar liga sudah siap?

Bukan apa-apa, sebagaimana kita tahu PSSI berencana mengganti operator lama liga yakni PT. Liga Indonesia ke operator baru. PT baru itulah nantinya yang akan menggerakkan Liga1 maupun Liga2 seperti yang digagas PSSI. Namun sayangnya, sampai kini, perkembangan mengenai pembentukan operator baru terdengar belum signifikan. Sumber-sumber Offside.co.id di PSSI menyebutkan, pembentukan PT baru sebagai pengganti PT Liga ini terbilang masih agak alot.

Bukan perkara mudah memang mengganti operator lama ke operator baru. Apalagi PSSI bertujuan pembentukan operator baru sebagai upaya untuk penyegaran dan terciptanya iklim baru dalam sepakbola nasional. Pastinya akan ada pihak-pihak yang terancam peran dan posisinya.  Boleh jadi situasi ini yang menyebabkan hingga kini PSSI belum juga menjelaskan secara pasti perkembangan dari pembentukan operator baru, serta kapan tanggal pasti pelaksanaan Liga1.

Menjadi tantangan dan tugas PSSI untuk segera menuntaskannya. Jangan sampai hanya karena masih bertele-telenya urusan pembentukan operator baru berdampak buruk pada penilaian kinerja PSSI di mata para anggotanya dan masyarakat yang tak sabar menanti kompetisi.

Kini, bola berada di PSSI.

 

(Visited 91 times, 1 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo