Offside.co.id

Voters, Belajarlah Dari Persinga

Rabu 24 Agustus 2016 15:56 WIB

Kolom Hanif Marjuni, Jurnalis Offside.co.id

Jumat sore (19/8/2016),  di dalam Stadion Ketonggo, Ngawi, Jawa Timur. Seorang lelaki berbadan tegap, sibuk memotong rumput lapangan yang sudah tak rata. Ia mengenakan baju panjang dan masker yang tampak kekecilan. Keringat deras bercucuran dari tubuhnya.

Laki-laki itu sejatinya bukan tukang rumput. Ia pesepakbola Persinga Ngawi. Saat ini, ia tak bisa bertanding gara-gara klubnya didiskualifikasi dari Indonesia Soccer Champhionship (ISC) B 2016. Itu artinya, ia harus menganggur sampai dengan berakhirnya ISC B 2016, Desember 2016.

Andre Sitepu, mengisi waktu dengan ikut memotong rumput lapangan. (foto:hanif/gilabolamedia.com)

Laki-laki tersebut resah dengan nasibnya. Harapan untuk menerima gaji bulanan sampai akhir tahun pun, jadi tak jelas. Sementara, untuk langsung hengkang ke klub lain, tak semudah membalikkan tangan. Butuh proses panjang yang berliku.

Karena itu, sambil menunggu kepastian klub berikutnya,  ia mau mengisi waktu dengan merawat rumput lapangan di Stadion Ketonggo. Entah, berapa fee yang dia terima.

Kegalauan laki-laki itu tak sendirian. Hampir sebagian besar pemain Persinga, mengalami nasib yang sama. Mereka bimbang.

Ada yang mencoba mengisi kegalauan dengan cara menjaga kebugaran. Caranya berlari mengelilingi lapangan tiap pagi dan sore. Itu jelas monoton. Pada titik tertentu, sang pemain akan mengalami kejenuhan yang luar biasa. Bagaimana mungkin mereka harus menjaga kebugaran tanpa bertanding? Hei! Mereka pebola, bukan pelari.

(Visited 876 times, 7 visits today)
Editor: Hanif Marjuni