Offside.co.id

Adeng Hudaya: Rivalitas Persib Tidak dengan Persija

Rabu 17 Agustus 2016 13:29 WIB

Offside.co.id – Adeng Hudaya dulu dikenal sebagai Libero sekaligus kapten tim Persib Maung Bandung. Bergabung dengan Persib dari tahun 1979 dan membawa Persib Maung Bandung pada masa kejayaan dengan juara perserikatan tahun 1986 dan 1989. Lelaki kelahiran, Cikajang Garut, 30 Juni 1957 tersebut kini ia lebih banyak membina pemain muda yang dikelolanya, yaitu UNI Bandung. Di luar kesibukannya itu,ia selalu memerhatikan perkembangan Maung Bandung. Bagaimanakah pandapat dia tentang Persib dulu dan saat ini? Berikut petikan wawancara Restu Nugraha dari Offside.co.id,

Apa perbedaan persib dulu sewaktu kang Adeng masih bermain dengan Persib sekarang?

“Kalau dulu, permainan Persib tenang tidak terburu – buru, punya karakter dan punya khas, enak dilihat. Kalau sekarang terburu – buru, tidak tenang seperti dikejar setoran. Makanya dulu, yang namanya legenda benar – benar melekat, karena berkarakter dan punya cirri khas”

Istilah boleh kalah dengan tim lain, tapi tidak dengan Persib, masih relevansikah saat ini?

“Semua tim yang akan bertanding dengan Persib hanya satu, kebanggaan bisa mengalahkannya apalagi di depan pendukungnya karena Persib tim besar yang punya ciri khas dan punya karekter. Dan hampir semua pemain ingin bermain untuk Persib.”

Kenapa bisa seperti itu?

“Karena kalau sudah menjadi pemain Persib, itu layaknya seperti artis. Dari segi penonton yang banyak, belum mercahndisenya, apalagi sekarang tayangan TV, punya nilai jual yang tinggi.”

Dari segi manajemen dulu dan sekarang?

“Dulu masih sama orang Pemda, masih uang APBD, sekarang yang punya power alias duit itu yang bisa berkuasa. Karena memang sekarang sepakbola sudah menjadi industri dan itu tuntutan zaman, harus menghasilkan uang.

(Visited 2.895 times, 28 visits today)
Editor: Hanif Marjuni