Offside.co.id

Berpikir Sederhana ala Evan Dimas

Selasa 11 Oktober 2016 16:12 WIB

Offside.co.id – Tiga tahun terakhir Evan Dimas Darmono menghentak sepak bola nasional. Ia dianggap sebagai pemain muda potensial yang akan bermasa depan cerah. Ia digadang-gadang untuk jadi gelandang hebat di level senior.

Ekspetasi itu bisa jadi benar. Dalam dua laga ujicoba yang dilakoni timnas senior jelang Piala AFF 2016, pemain kelahiran Surabaya ini selalu diturunkan pelatih Alfred Riedl. Seperti apakah Evan menanggapinya? Berikut wawancara Hanif Marjuni dari Offside.co.id dengan gelandang Bhayangkara FC tersebut saat berkumpul di pemusatan latihan timnas.

Di saat pemain seumuran masih berkutat di tim muda, Anda dipanggil di tim senior. Ada komentar?

“Tentu ini satu kebanggaan buat saya. Setiap pebola pasti punya keinginan untuk memperkuat timnas. Apalagi timnas senior. Namun saya mencoba tak cepat untuk berpuas diri. Ini baru awal, masih banyak yang perlu dibuktikan. Lagi pula, banyak pemain-pemain bagus di posisi saya. Persaingan akan ketat dan keras.”

Anda disebut-sebut sebagai calon gelandang andalan timnas. Apakah itu bisa menjadi satu beban saat berkostum Merah Putih?

“Saya berusaha biasa saja saat menanggapinya. Apa yang diinginkan pelatih, saya lakukan. Saya selalu berusaha menunjukkan yang terbaik saja. Saya tak mau memikirkannya secara berlebihan.Takutnya malah menurunkan performa saya. Saya berpikir sederhana saja.”

Beberapa bulan yang lalu, Anda sempat berlatih di Spanyol, Apa yang Anda dapatkan?

“Di sana harus bermain dalam level yang tinggi dan cepat. Passing, lari, passing, lari dan tidak boleh kehilangan bola. Kebugaran sangat menentukan. Itu yang tidak saya dapatkan di sana dan tidak saya dapatkan di sini.”

(Visited 3.058 times, 4 visits today)
Editor: Hanif Marjuni