Offside.co.id

Conte, Di bawah Bayang-Bayang Tiga Nama

Sabtu 9 April 2016 09:32 WIB

Antonio Conte resmi menjadi pelatih Chelsea, pekan lalu. Eks pelatih Juventus itu akan menjadi pelatih kelima Italia yang menukangi The Blues. Sebelumnya ada Gianluca Vialli, Claudio Ranieri, Roberto Di Matteo, dan Carlo Ancelotti.

“Saya sangat senang dengan prospek bekerja di Chelsea. Saya bangga menjadi pelatih tim nasional negara saya dan hanya posisi menarik sebagai manajer Chelsea bisa menyamainya. Saya melihat ke depan untuk bertemu semua orang di klub dan tantangan sehari-hari bersaing di Premier League,” kata Conte, saat resmi diperkenalkan.

Mantan gelandang timnas Italia itu memang punya modal mumpuni untuk menjadi pelatih Chelsea. Kariernya sebagai pelatih, terhitung mentereng. Bersama Nyonya Tua, ia sukses memenangkan tiga trofi Serie-A secara beruntun sejak 2011 silam, sekaligus membuat I Bianconeri mengembalikan dominasi di Italia.

Hanya saja, itu belum menjadi jaminan bahwa ia akan sukses di Chelsea. Ingat, banyak pelatih beken yang gagal saat menukangi tim ini. Rapor bagus di tim-tim sebelumnya, kadang tak berlanjut saat melatih klub milik Roman Abramovich tersebut.

Untungnya, Chelsea juga memiliki rekam jejak yang bagus ketika ditangani pelatih asal Italia. Diakui atau tidak, catatan itu akan menjadi pembanding dan penyemangat Conte saat dia mulai melatih John Terry dkk.

Dari empat pelatih Chelsea asal Italia, tiga di antaranya memang sukses membukukan prestasi gemilang. Sebut saja Vialli. Ia pernah dipercaya sebagai pemain sekaligus manager. Hasilnya, beberapa raihan gelar juara ia persembahkan. Di antaranya Piala FA 1999-2000, Piala Winner 1997-98 dan Piala Super Eropa 1998.

Selama melatih, catatan kemenangan Vialli cukup bagus. Dari total 143 laga yang ia tangani, 76 diantaranya berakhir dengan kemenangan. Total kemenangannya di bawah Vialli mencapai 53 %.

Lalu, ada Di Matteo. Ia memang hanya pelatih sementara yang menggantikan André Villas-Boas. Hanya saja, ia sukses mengantarkan Chelsea juara di Liga Champions 2011-2012. Sayangnya, raihan itu tak membuat Di Matteo aman. Musim berikutnya ia digantikan Rafael Benítez.

Sedangkan Carlo Ancelotti, catatan kepelatihannya di Chelsea terhitung moncer. Eks allenatore AC Milan ini sukses mengantarkan The Blues juara di Premier League musim 2009-2010. Ia juga mengantarkan tim ini menjuarai Piala FA musim 2009-2010 dan Community Shield 2009. Lebih dari itu, persentase kemenangannya bersama Chelsea mencapai 61 %.

Sementara Ranieri, laik dikatakan biasa-biasa saja. Dari melatih Chelsea mulai 17 September 2000 hingga 31 Mei 2004,ia gagal memberikan gelar. Untungnya, catatatan total kemenangannya cukup bagus. Dari 199 laga ditangani Ranieri, 107 diantaranya berakhir dengan kemenangan, 46 imbang, dan 46 kali menelan kekalahan.

Menilik kiprah pelatih asal Italia di Chelsea dan jejak Conte selama ini, eks pemain dan asisten manajer Chelsea, Ray Wilkins, yakin bahwa Conte bisa sukses di The Blues. Persis dengan apa yang sudah ditunjukkannya di Juventus. “Dia mengubah sistem Juventus, lalu memenangi tiga trofi beruntun. Menarik untuk menantikan kiprah dia,” tutur Wilkins seperti dikutip Sky Sports. (HM)

(Visited 51 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid