Offside.co.id

Dian Agus Prasetyo: Totalitas di Ujung Batas

Rabu 28 September 2016 10:27 WIB

Dian Agus Prasetyo sejatinya dipanggil ikut pemusatan latihan di Solo, Jawa Tengah. Namun ia gagal hadir. Gara-garanya,  klub dia, Pusamania Borneo FC (PBFC) melarang eks kiper Arema ini lantaran tak ada lagi kiper PBFC yang siap diturunkan. Bagaimanakah Dian menanggapinya? Berikut wawancara Dian dengan Hanif Marjuni dari Offside.co.id.

Anda dipanggil di pemusatan latihan timnas, namun gagal lantaran tidak diizinkan klub. Bisa dijelaskan?

“Jadi begini. PBFC punya tiga kiper. Selain saya, ada dua kiper lainnya. Satu kiper cedera dan satunya lagi memperkuat PBFC U-21. Jadi, tinggal saya yang stand by. Klub tidak mengizinkan lantaran alasan itu. Bukan soal nasionalisme atau lainnya.”

Bagaimana tanggapan Anda soal pelarangan itu?

“Kecewa pasti. Setiap penjaga gawang, pasti bangga mengenakan kostum timnas. Saya sudah mengalaminya itu. Tapi kita dikontrak oleh klub dan tahu akan konsekuensinya dan saya sangat menghormati kontrak tersebut.”

Jadi, masih tetap ingin dipanggil timnas lagi?

“Manusia hanya bisa berusaha, Allah yang menentukan.”

Kongretnya?

“Di setiap klub yang mengontrak saya, totalitas selalu saya tunjukkan. Tak masalah walau harus berhadapan dengan risiko berat. Bagi saya, jika sanggup tampil dalam level tertinggi, dengan sendirinya timnas akan memanggil.”

Karena totalitas itu pula yang membuat Anda tidak trauma dengan cedera dan bangkit dari keterpurukan?

“Benar. Saya sempat vakum lama. Terutama ketika dualisme kompetidi di Indonesia terjadi. Saat itu, saya tengah  cedera serius. Untuk bisa sembuh total dan saya malah bisa tampil lebih baik ketimbang sebelum cedera.”

(Visited 3.539 times, 4 visits today)
Editor: Hanif Marjuni