Offside.co.id

Interview Schmeichel: Ini Beda Mou dengan Fergie!

Kamis 2 Februari 2017 14:57 WIB

Offside.co.id – Kiper legendaris Manchester United, Peter Schmeichel (53), telah meraih banyak sukses bersama Setan Merah. Capaian tertingginya adalah treble winner 1999. Total, ia meraih 15 trofi dalam 8 tahun berkarier di MU. Karakter dan leadership-nya sangat kuat.

Dengan latar belakang itu, ucapannya kerap dijadikan patokan. Apa saja kata kiper asal Denmark itu tentang situasi United terkini? Apa pula perbedaan antara Jose Mourinho dengan Sir Alex Ferguson? Berikut beberapa petikan wawancara Schmeichel, dikutip wartawan Offside.co.id, Sigit Nugroho, dari Sport360, dalam wawancara di Abu Dhabi Invitational, Yas Links Golf Club, Sabtu lalu.

Bagaimana pandangan Anda tentang situasi MU saat ini?
Klub sedang kembali ke a rah kesuksesan. Aku penuh optimisme, meski tidak berpikir MU punya kesempatan untuk memenangi liga musim ini. Kami tertinggal terlalu jauh di belakang. Tapi aku berharap MU bisa finis di posisi empat teratas dan tampil di Liga Champions tahun depan.

Apa saja alasannya?
Kami klub terkaya, paling populer di dunia, memiliki pemain-pemain yang punya niat besar tampil di MU daripada klub lain, seperti Paul Pogba, Zlatan Ibrahimovic, juga Henrikh Mkhitaryan.

Apakah MU sedang berada dalam tahun-tahun kegelapan?
Era David Moyes dan Louis van Gaal bisa dicap sebagai hari-hari yang gelap. Itu fase yang harus disimpan seperti halnya tragedi Muenchen 1958 (pesawat yang ditumpangi pemain MU, jatuh). Kami hanya memiliki beberapa tahun yang buruk. Ini bisa diprediksi. Sebuah pergantian manajer selalu sulit buat klub. Itu juga terjadi di era Sir Matt Busby, Wilf McGuiness (dan kemudian Frank O’Farrell). Ketika Anda melihat sejarah, Anda tahu kami akan datang kembali. Kami terlalu besar klub tidak kembali (ke papan atas).

Bagaimana pandangan tentang Mourinho?
Setelah tiga tahun miskin prestasi (finis di luar empat besar), Mourinho adalah pilihan terbaik. Ia berpengalaman sebagai manajer di Premier League, seorang pemenang alami. Ia sukses di Real Madrid, tapi datang ke Inggris dengan cara yang sederhana, realistis. Kalau Sir Alex, suksesnya didasarkan pada banyak elemen. Sebuah keyakinan diri yang kuat dipadu dengan pembinaan yang baik di akademi. Saat pertama kali tiba (1986), ia memimpin seperti bunglon, beradaptasi dengan generasi baru dan mengubah gaya sepak bola.

Sudahkah Mou mulai mengikuti jalan sukses Sir Alex?
Mourinho telah menyesuaikan diri selama enam bulan pertamanya di Old Trafford. Yang paling penting bagi aku adalah caranya bereaksi saat enam laga dimana tim unggul 1-0 lalu disusul lawan. Mou tahu, tim harus bikin gol kedua, ketiga dan selanjutnya. Ini soal mengubah mentalitas. Pemain bereaksi positif. Aku tak berpikir dia bisa melewati prestasi Sir Alex, tapi setidaknya kerjanya sudah benar.

(Visited 756 times, 5 visits today)
Editor: Sigit Nugroho