Offside.co.id

Sekjen PSSI: Kudeta Apa? Semua ada Aturannya

Minggu 24 Juli 2016 07:26 WIB

Offside.co.id – Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI akan digelar dalam waktu dekat. Tepatnya pada 3 Agustus 2016. Berbagai persiapan sudah dilakukan. Mulai dari menyebar undangan sampai dengan pemilihan tempat kongres. Begitu juga dengan garis besar yang akan dibahas di hajatan besar tersebut. Namun di tengah-tengah mematangkan persiapan itu, beragam agenda terselubung dan persoalan pelik, menyeruak ke permukaan. Bagaimanakah PSSI menyingkapinya? Berikut wawancara Hanif Marjuni dari gilabolamedia.com dengan Sekjen PSSI, Azwan Karim.

Kenapa KLB digelar di Jakarta bukan di kota lain?

Tidak ada alasan yang spesifik. Semua lebih pada kemudahan untuk mengelolanya. Sekadar informasi, soal dana, malah lebih besar digelar di Jakarta ketimbang kota lain. Jadi, ini murni pertimbangan teknis.

Siapa yang menanggung semua pembiayaan selama KLB?

Murni dana dari PSSI, seperti yang biasa kami lakukan selama ini.

Belakangan, banyak isu miring dibalik perhelatan KLB. Di antaranya akan ada isu kudeta. Bagaimana PSSI menyingkapinya?

Kudeta apa? Semua ada aturannya. Dan, aturan itu harus diikuti. Intinya begini. Soal kongres atau KLB, harus menyesuaikan dengan aturan FIFA. Jadi, ada prosedur yang harus dilalui. Ada time line yang harus diikuti. Tidak bisa begitu saja menerobos aturan. Ingat, pemilihan Presiden pun ada aturannya. Untuk apa ada kudeta kalau memang ada forum yang jelas untuk berbicara secara baik-baik? Jika 2/3 pemilik suara menginginkan KLB, bisa saja kok. Dan itu sah.

BACA JUGA :   Barca Banting Harga untuk Lepas Arda Turan

Berapa total suara yang diundang?

Seperti pada 2015 lalu, jumlah pemilik suara mencapai 107.

Jika patokannya pemilik suara yang terdaftar pada 2015 lalu, bagaimana dengan status PS TNI?

Saat itu mereka masih bernama Persiram Raja Ampat. Jadi kami mengundangnya tetap bernama Persiram. Persoalan personal yang datang, itu belakangan. Kami mengundang institusinya bukan lagi personal.  Institusinya tetap. Personel berubah tak masalah. Jadi kop surat dan sebagainya, harus tetap bertuliskan Persiram.

Di luar KLB, saat ini PSSI harus berbagai konsentrasi dengan urusan klub peserta kompetisi dan agenda timnas untuk Piala AFF 2016. Ada komentar?

Semua kami serahkan ke tim-tim peserta kompetisi dan pelatih timnas. Pada satu sisi, kita belum pernah menggelar pemusatan latihan khusus. Intinya, PSSI mendukung keinginan klub dan juga kebutuhan timnas. Itu sudah dimatangkan dan diperhitungkan oleh pelatih timnas. Putusan sudah ada dan disepakati semua klub. Ingat, di Piala AFF, kita akan menghadapi tim-tim yang tak sembarangan. Tak bisa persiapan ala kadarnya.

BACA JUGA :   Zidane Minta Madrid Boyong Alonso ke Bernabeu

Dari Federasi Sepak Bola Malaysia, FAM, pada tanggal 6 September 2016 mereka akan berujicoba kontra Indonesia. Ada perubahan terkait laga itu?

Tergantung drawing. Awalnya agenda timnas seperti itu. Jika nanti hasil drawing satu grup dengan Malaysia, tidak mungkin laga persahabatan itu kita lakukan.

Selain agenda timnas, bagaimana dengan PON nantinya? Di mana posisi PSSI di hajatan ini?

Dulu memang ada friksi-friksi yang memang sangat mengganggu. Jadi, kami menyerahkan sepenuhnya ke panitia PON. Posisi sampai saat ini, semua masih ditangani panitia PON. Soal apakah selama PON, kompetisi berhenti atau tidak, sebaiknya dibicarakan dengan PT GTS.

(Visited 404 times, 4 visits today)
Editor: Hanif Marjuni