Offside.co.id

Simon McMenemy Anggap Pemain Senior Seperti Asisten Pelatih

Kamis 9 Februari 2017 12:43 WIB

Offside.co.id – Banyaknya pemain muda di skuat Bahayangkara FC membuat pelatih Simon McMenemy senang. Namun banyak yang harus diperbaiki di tubuh tim berjuluk The Great Alligator tersebut.

Salah satu, butuhnya penyeimbang tim, seperti penambahan beberapa pemain berpengalaman seperti Firman Utina. Pelatih asal Skotlandia tersebut bercerita banyak soal tim, pemain senior dan pemain muda. Berikut wawancara singkat oleh Firman Muhammad dari Offside.co.id bersama Simon McMenemy:

Bagaimana kabarnya coach Simon? Suka dengan cuaca di Malang?
Sangat baik. Ya senang disini, cuaca Malang seperti di Inggris. Cukup dingin.

Sebagai pelatih baru, punya kewenangan untuk membentuk karakter bermain tim. Di Bhayangkara FC, banyak pemain muda juga. Karakter seperti apa yang ingin diterapkan oleh coach Simon?
Saya masih tidak ingin membahas teknik dan karakter tim. Kami masih persiapan Liga. Yang penting bagi saya adalah bagaimana memahami sepak bola bermain sebagai tim. Bukan sebagai individu pemain. Kita butuh dukungan dari setiap pemain senior dan pemain muda. Kita akan muncul sebagai tim yang kuat.

Mayoritas pemain muda dari segi mental dan egois masih naik turun. Apakah ada tugas khusus yang diberikan coach Simon kepada pemain senior seperti Firman Utina dan Dutra?
Tidak ada tugas khusus. Tapi lebih kepada kewajiban di sepak bola. Mereka pemain yang berpengalaman harus bisa membimbing pemain muda untuk bisa bermain baik. Mereka seperti Asisten Pelatih saya. Mereka harus berbagi pengalaman dan berbicara dengan pemain muda untuk meningkatkan kepercayaan diri. Kalau mereka diam maka pemain muda akan punya kepercayaan diri yang buruk.

Apakah kesulitan yang coach Simon dalam melatih pemain muda?
Pemain muda masih sering banyak melakukan kesalahan. Dan perlu dipahami kesalahan yang mereka buat akan merugikan tim dan hasil pertandingan. Maka kami perlu pemain senior untuk bisa membimbing mereka dan bisa memperbaiki kesalahan mereka.

Terakhir, butuh waktu berapa lama untuk bisa berbicara bahasa Indonesia?
Saya ingin di putaran babak ke dua Liga 1 ingin diwawancarai memakai bahasa Indonesia. Itu target saya. Karena sedikit sulit membagi konsentrasi, antara dimana satu sisi saya harus memikirkan tim, satu sisi saya harus belajar bahasa Indonesia. Nanti putaran kedua.

Terima kasih atas waktunya coach, semoga sukses.
Oke. Sama-sama.

(Visited 244 times, 4 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid