Offside.co.id

Sudirman: ISC 2016 Tak Lebih Dari Turnamen Omong Kosong

Jumat 29 April 2016 09:58 WIB

INDONESIAN Soccer Championship (ISC) 2016 berputar pekan ini. 18 tim hebat tanah air, akan bertanding di kompetisi yang digadang-gadang sebagai pengganti Indonesia Super League (ISL) yang dibekukan oleh pemerintah.

sudirman yaa

Mantan kapten timnas Indonesia yang sukses menjuarai SEA Games 1991, Sudirman, buka suara soal turnamen tersebut. Ia menyebut turnamen tersebut bak turnamen omong kosong. Berikut wawancara Hanif Marjuni dari Efekgila.com dengan Sudirman.

Bagaimana Anda menilai bergulirnya ISC ini? Apakah itu bisa dianggap sebagai obat setelah setahun lamanya hanya ada turnamen dan turnamen ?

“Sebagai hiburan bagi masyarakat dan pemain, jelas ini menjadi solusi usai sepak bola Indonesia hanya bisa menjalankan turnamen dan turnamen. Saya melihat ISC ini belum jelas. Belum bisa disebut sebagai kompetisi yang ideal. Tak ada perencanaan jenjang degradasi dan promosi. Ini tak ubahnya kompetisi yang omong kosong.”

Sebagai mantan pemain, apa sisi positifnya ketika bermain di kompetisi layak ISC yang belum diakui oleh FIFA?

“Terus terang tidak ada kebanggaan kalau pun juara. Ingat, jika juara, mau dibawa kemana? Gak bisa mewakili negara. Tidak ada prestasi yang bisa dibanggakan. Ini turnamen hanya untuk menyenangkan pemain.”

Apa sebenarnya yang perlu dibenahi dari kompetisi sepak bola nasional?

“Gulirkan kompetisi yang sesuai aturan FIFA. Ada sistem promosi dan degradasi yang jelas. Jangan paksakan APBD untuk sepak bola profesional. Jika profesional masih menggunakan dana APBD, berarti kita mundur. APBD mungkin lebih baik untuk tim amatir. Itu pun harus ada peraturan yang jelas.”

Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan sepak bola?

“Pemerintah harus cabut pembekuan PSSI. Itu solusi satu-satunya untuk menyelamatkan sepak bola nasional. Tanpa itu, jangan harap akan bisa bangkit secepatnya. Ingat, kesalahan pemerintah snagat fatal. Satu tahun terakhir tidak ada aktifitas timnas. Satu generasi timnas hilang. Timnas U-16, U-19 hingga U-21 tak jelas mau dikemanakan. Pemerintah hanya bisa membekukan tanpa memunculkan solusi yang pintar.”

 

(Visited 244 times, 3 visits today)
Editor: Hanif Marjuni