Offside.co.id

Wawancara Mbappe: Aku dan Martial Beda Kasus! Kalau Griezmann…

Rabu 31 Mei 2017 07:17 WIB

Offside.co.id – Kylian M’Bappé baru berusia 18 tahun, tetapi ia sudah menikmati gemerlap di pentas sepak bola. Ia juga tak kikuk berhadapan dengan media.

Dalam konferensi pers Selasa (30/5/2017) di Clairefontaine, ia tangkas dalam menjawab berbagai pertanyaan. Wartawan Offside, Sigit Nugroho, mengolahnya dari media Prancis, L’quipe.

“Semua orang memuji Anda. Tidak takut jadi sombong?
Aku harus menjadi diriku sendiri. Tidak ada alasan mengapa aku harus berubah. Lagipula, aku tidak bisa menjadi orang lain. Keluarga menanamkan nilai-nilai kebaikan, yang membantuku untuk terus rendah hati tiap ada peluang jadi besar kepala.

Bagaimana liputan media yang gencar di sekitar Anda?
Aku menyikapinya dengan baik. Memang aku mendapat publikasi sejak dini, tapi itulah lingkungan bola. Ini tidak selalu mudah, tapi aku beradaptasi.

Apakah Anda memperhatikan apa yang dikatakan orang tentang Anda di media sosial?
Mengingat begitu banyak orang bicara tentang aku, sulit untuk membaca semuanya. Beberapa hal membuatku tertawa karena mereka menyebar kabar palsu (hoax). Singkat kata, aku menyikapinya dengan biasa saja.

Apakah Anda mendengarkan nasihat dari Didier Deschamps sebelum memilih klub musim depan?
Tentu. Aku harus mendengarkan sarannya. Dia pelatih timnas​ Perancis. Tapi tidak semua saran aku telan bulat-bulat. Hanya jadi pertimbangan sebelum aku menjatuhkan pilihan terkait klub berikutnya (setelah  AS Monaco).

BACA JUGA :   Rooney Pensiun dari Timnas Inggris

Bagaimana Anda menghadapi persaingan di skuad timnas Prancis yang dihuni banyak striker top?

Ketika dipanggil masuk timnas Prancis, aku yakin masuk skuad utama, tanpa bermaksud merendahkan para penyerang lainnya. Termasuk Olivier Giroud yang selalu tampil cemerlang. Tugasku hanya bermain dan jika mungkin, mencetak gol.

Pada panggilan kedua ini, apakah Anda merasa semakin dekat dengan ambisi menjadi striker utama?
Ada keyakinan seperti itu. Tapi aku tidak akan datang ke sini untuk memberitahu pelatih: “Biarkan aku jadi striker inti.” Sekarang, aku masih harus belajar, belum punya banyak pengalaman internasional. Pertandingan ini akan membuatku tumbuh.

Apa yang dapat Anda katakan tentang Antoine Griezmann?
Kita semua tahu kualitas Antoine, salah satu pemain terbaik di dunia. Dia tahu di mana harus menempatkan diri, dan selalu tampil dalam tempo tepat. Siapa pun akan senang bermain dengan dia. Kami baru sekali tampil bersama-sama, perlu sedikit waktu agar lebih kompak.

Benarkah Piala Dunia adalah mimpi besar bagi Anda?
Begitu tahun pertama mengenal sepak bola, aku sudah mendukung timnas Prancis. Piala Dunia adalah mimpi masa kecil. Aku sudah melihat semuanya dengan mata seorang anak. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Aku akan memberikan seluruh kemampuanku untuk mencapainya.

BACA JUGA :   Milla Ingatkan Timnas Jangan Remehkan Kamboja

Apakah Anda siap pindah ke klub besar dengan risiko berkurangnya menit bermain?
Mengapa harus kurang? Risiko itu tidak membuat aku takut untuk mengambil keputusan untuk pergi (dari AS Monaco).

Yakin berani bernasib sama seperti Kingsley Coman di Bayern Muenchen dan Anthony Martial di Manchester United?
Setiap kasus berbeda. Anthony Martial tiba di Manchester United, bermain bagus, lalu dengan cepat dilupakan. Musim ini jadi terasa lebih sulit, tapi dia memiliki semua kualitas untuk kembali jadi pemain besar.

Dilatih oleh Zinedine Zidane akankah menyenangkan bagi Anda?
Aku bermimpi jadi pemain sehebat Zidane. Dia juga pelatih hebat, yang segera menuai hasil. Berada di bawah asuhan Zidane adalah mimpi hampir semua pemain, termasuk aku.

Apakah Anda juga berminat ikut Piala Dunia U-20?
Apapun levelnya, aku suka mewakili negeriku, Prancis. Itu lebih baik daripada pergi berlibur. Tentu saja, aku pun berkompetisi di televisi.”

(Visited 1.379 times, 7 visits today)
Editor: Sigit Nugroho