Offside.co.id

Wawancara Raheem Sterling: Kenapa Aku Dibenci?

Senin 3 April 2017 09:56 WIB

Offside.co.id – Bintang Manchester City dan tim nasional Inggris, Raheem Sterling (22), kerap digambarkan sebagai sosok yang dibenci publik Inggris. Hal itu bahkan dia rasakan saat masih membela Liverpool.

Pemain lincah dengan skill tinggi ini pun ternyata mau mengomentari hal tersebut, komplit dengan pengakuannya tentang berbagai hal yang bersifat pribadi. Berikut wawancara eksklusif yang dilakukan The Guardian dengan Sterling, akhir pekan lalu. Wartawan Offside, Sigit Nugroho, mengedit dan memperkaya materi dari sumber lain, tanpa mengubah maknanya.

Anda sering diberitakan, tak hanya soal prestasi di lapangan bola, tapi juga hal-hal negatif. Misalnya, menghisiap shisha dan balon berisi gas nitro oxide. Ada komentar?

Aku memang membacanya dan berpikir, mengapa ceritanya harus selalu aku? Jika kau melakukan sesuatu yang salah, seperti tertangkap menghisap balon, ya tidak ada masalah. Aku menerima dicap sebagai remaja yang melakukan hal-hal konyol.

Sebagai bintang, kemanapun selalu jadi perhatian. Ingat saat ikut antre sosis murah di Greggs dengan mobil mewah Bentley seharga Rp 8 miliar? Atau, membeli barang di toko murah dengan sistem tawar-menawar?

Ada saat-saat ketika kita berpikir tentang sepak bola, berada di rumah bersama keluarga, berbelanja barang-barang, atau hanya sekadar ingin melakukan hal-hal lain yang tak dilakukan orang lain (maksudnya, pemain top jarang makan atau berbelanja di tempat murah-Red). Soal sosis gulung kesukaanku, sudah kujawab di Instagram. Ha ha ha.

 

Setelah banyak hal kontroversial di atas (termasuk tuduhan penganiayaan terhadap eks pacar), apakah Anda terganggu dengan reputasi negatif yang terbangun selama ini?

Seperti wajah sosok tertuduh, aku memang punya wajah itu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Wajahku seolah tampak seperti anak bermasalah. Oh Tuhan, kenapa jalanku begitu berliku? Tapi aku meyakinkan diri, aku bukan anak nakal. Itu solusi terbaik untukku.

Anda pernah dibimbing, juga dimarahi Bredan Roger di Liverpool. Kini Anda dilatih Pep Guardiola di Manchester City. Apa yang bisa Anda katakan tentang mereka?

Aku juga pernah marah pada Roger saat ia tak menganggap serius keinginanku untuk pergi. Juga, saat dia tak memberi tahu jika Manchester City dan Manchester United ternyata menginginkan aku. Sekarang dia berbahagia di klub juara, Glasgow Celtic. Goardiola? Dia yang menelepon dan menyebutku “Pemain Paling Dibenci”. Dia rajin memberi dukungan, termasuk saat aku tampil di Piala Eropa lalu. Dia sangat membantu.

(Visited 186 times, 1 visits today)
Editor: Sigit Nugroho
Powered by Live Score & Live Score App