Offside.co.id

7 Alasan MU Wajib Rekrut Aubameyang

Kamis 8 Juni 2017 07:17 WIB

Offside.co.id – Bomber Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang (27) kini jadi target utama Manchester United sebagai pengganti Zlatan Ibrahimovic yang tengah cedera.

Setidaknya ada 7 alasan kenapa Jose Mourinho harus segera menuntaskan proses transfer pemain nasional kelahiran Prancis ini. Mau tahu, berikut analisis wartawan Offside, Sigit Nugroho.

1. Berada di Puncak Prestasi
Jika bicara statistik, dalam 6 tahun terkahir produktivitas gol dia cukup fantastis. Pada periode 2011–2013, tampil pada 54 bersama Saint-Étienne, ia mencetak 29 gol.

Ketika diboyong Dortmund pada 2013, keyakinan Jurgen Klopp padanya amat tinggi. Kepercayaan itu pun ia bayar kontan dengan
85 gol dari 128 penampilan.

Di tengah persaingan dengan striker dan gelandang top Bundesliga, Aubameyang musim ini jadi top scorer dengan koleksi 31 gol! Boleh dikata, saat ininia tengah berada di puncak prestasi.

2. Kemistri dengan Mkhitaryan
Tak banyak yang menyangka, ternyata Aubameyang didatangkan ke Dortmund di tahun yang sama dengan gelandang Armenia, Henrikh Mkhitaryan, yakni pada 2013.

Bermain sebagai gelandang serang, Miki tentu punya kemistri dengan Aubameyang. Mereka sudah saling tahu, kemana pasangannya akan mencari posisi saat ia membawa bola.

Miki tahun lalu diboyong ke Old Trafford. Jika striker Gabon itu juga dibeli United, kita bisa membayangkan kombinasi menakutkan duo Dortmund itu.

3. Tipe Striker Komplit
Salah satu ciri khas Aubameyang yang paling mudah dikenali adalah kecepatannya. Pria bertinggi 187 cm itu punya catatan waktu 3,7 detik untuk lari sprint 30 meter! Catatan ini seperti pelari jarak pendek 100 meter saja.

BACA JUGA :   Perisic, Dier, Matic Goyang, Verrati-Barkley Datang

Pantas jika ia cukup ditakuti ketika dimainkan di posisi winger karena bek lawan kerap tunggang langgang untuk mengejarnya. Ditambah dengan skill tinggi, dribel maut, dan visi bermain di atas rata-rata, bolehlah dia disebut sebagai striker yang komplit.

Deretan catatan rekor semaja remaja (di AC Milan) hingga di level senior adalah bukti sahih ketajaman striker yang satu ini.

4. Harga Relatif Terjangkau
Dibanding Antoine Griezmann, Gareth Bale, Andrea Belotti, juga Romelu Lukaku, harga Aubameyang relatif lebih murah. Jika 4 striker di atas berkisar antara £90-100 juta, maka dia “cuma” £61 juta.

Banderol Aubameyang itu memang menurut Transfermarkt. Bahkan dibanding dengan striker lapis kedua (cadangan) Real Madrid, Alvaro Morata, ia lebih murah.

Buktinya, tawaran MU untuk Morata sebesar £52 juta ditolak El Real. Los Blancos memasang tag price £78 juta!

5. Tandem Pas bagi Rashford
Sekalipun tidak sama persis, gaya Aubameyang bisa menginspirasi striker muda Marcus Rashford. Pemain asli jebolan akademi Manchester United ini memang digadang-gadang jadi striker masa depan klub.

Rashford jelas butuh pembimbing. Setelah menikmati ilmu dari Ibrahimovic dan Wayne Rooney, kemampuannya akan meningkat jika menyerap ilmu “tempur” sang striker tandem seperti Aubameyang.

Rashford dan Aaubameyang punya kesamaan. Mereka suka mendribel bola, melewati 1-3 pemain dan menusuk ke dalam kotak penalti. Itu hanya bisa dilakukan pemain yang punya kecepatan, skill, dan naluri gol tinggi.

BACA JUGA :   Jamu Persija, Persib Berharap Tuah Herrie

6. Rawan Dibajak Klub Lain
Dengan performa luar biasa dan harga relatif terjangkau, di liga-liga Eropa Aubameyang seperti komoditas paling panas bulan ini.

Jika United tak cepat mengajukan penawaran resmi, plus pendekatan personal kepada sang pemain, ada potensi ia dibajak klub lain. Apalagi Paris St. Germain sudah menyatakan secara terbuka bahwa mereka meminatinya.

Sang pemain sendiri pernah bilang, senang membela klub yang bermarkas Paris itu. “Apalagi sehari-hari aku menggunakan Bahasa Prancis. Tapi main di Liga Premier sungguh mwnggoda, sebelum menaikkan level di klub seperti Real Madrid,” katanya.

7. Efek Gaya Kontemporer
Penampilan Aubameyang yang kontemporer mengingatkan kita pada pemain Manchester United lain, Paul Pogba atau Jesse Lingard. Mereka suka berpenampilan nyentrik. Baik dari potongan rambut (hair style), sampai selebrasi gol.

Hal ini tak jauh berbeda dengan Aubameyang. Potongan rambutnya kadang “aneh”. Selebrasi golnya pun tak biasa. Ia sering melakukan salto, bahkan saat mencetak gol di ujung laga, kala stamina hampir tak tersisa.

Aksi-aksi itu membuat tim terasa lebih segar. Tak monoton seperti khas Inggris, gentleman style.

(Visited 404 times, 10 visits today)
Editor: Sigit Nugroho