Offside.co.id

Bintang Liverpool Bilang: MU Masih Punya Mental Juara!

Selasa 16 Mei 2017 06:56 WIB

Offside.co.id – Manchester United menghadapi banyak kritikan sepanjang musim. Rata-rata terkait posisi akhir di Liga Premier, yakni terlempar dari 4 besar dua musim beruntun.

MU yang telah membelanjakan dana lebih dari 3 triliun untuk membeli pemain-pemain mahal, telah gagal total. Begitulah konklusi dalam diskusi di berbagai stasiun TV di Britania Raya.

Namun eks bintang sekaligus legenda Liverpool, Jamie Carragher, tidak setuju dengan pandangan itu.

Menurutnya, di era Jose Mourinho, menyebut MU gagal total, tidak fair. Setidaknya pada musim pertamanya di Old Trafford, Mourinho memenangi Piala EFL dan pada 24 Mei nanti masih bisa menambah gelar juara Liga Europa juga mengalahkan Ajax.

Artinya dua piala dan sebuah tiket masuk kualifikasi Liga Champions, masih dalam proses penuntasan.

BACA JUGA :   Sanksi 3 Laga Bailly Sebuah Konspirasi?

Tidak mungkin sebuah keberhasilan atau kegagalan sebuah klub seperti United, dilihat dari satu pertandingan seperti saat kalah 1-2 kontra Tottenham Hotspur.

Mourinho telah merasakan timnya pernah berada dalam situasi tinggi (penuh percaya diri), juga lemah karena sering draw dan kalah, atau penuh kegalauan akibat badai cedera pemain bintangnya. Semua campur aduk menjadi satu.

Namun satu kritikan yang sulit dibantah selepas pensiunnya Sir Alex Ferguson pada 2013 adalah klub kehilangan mental sebagai pemenang. Bahkan saat sedang melawan klub kecil di Old Trafford! Dulu, ada garansi menang besar, atau minimal menang. Sekarang tidak lagi.

Carragher juga menganalisis kelihaian Chelsea untuk menjaga stabilitas prestasi dalam 10 tahun terakhir. Begitu pula MU yang menyiasati penurunan prestasi dengan tetap meraih trofi.

BACA JUGA :   Klub-klub Liga 1 Sampaikan Belasungkawa untuk Ricko

“Itulah yang ingin kukatakan. Mental sebagai tim pemenang, tim juara. Kupikir tak semua klub punya mentalitas demikian. Dan Manchester United masih punya itu. Lihat, setelah Fergie pensiun, mereka masih bisa mengoleksi beberapa trofi,” ujarnya seperti dikutip Balls.ie.

Namun Carragher juga menyebut, lolos ke Liga Champions lewat jalur juara Liga Europa (itupun seandainya juara), nilainya berbeda dengan finis di posisi ketiga EPL.

Situasi itulah yang tidak dikehendaki bos Chelsea, Roman Abramovich, yang dikenal mudah memecat manajer jika tak masuk zona Liga Champions. Tak ada toleransi. (SN)

(Visited 54 times, 5 visits today)
Editor: Sigit Nugroho