Offside.co.id

Bursa Juara EPL, Runtuhnya Dominasi Tim Kaya

Selasa 23 Februari 2016 14:27 WIB

Sejak dimulainya era English Premier League (EPL) pada 1993, hanya tim medioker sekelas Blackburn Rovers yang pernah merebut gelar juara. Selebihnya didominasi oleh tim-tim kaya raya macam Manchester United ( 13 kali), Chelsea (3 kali), Arsenal (2 kali), dan Manchester City (1 kali). Bagaimanakah dengan bursa juara musim ini?

Semua bisa saja terjadi. Sampai dengan pekan ke-26, tim tajir sekelas Arsenal dan Manchester City masih memiliki peluang yang kuat untuk merebut gelar juara. Perolehan poin dua tim tersebut, terpaut tipis dengan dua tim yang berada di atasnya.

Meski begitu, peluang bagi tim lain sekelas Tottenham Hotspur dan Leicester City, pantang diremehkan. Dua tim tersebut punya kans yang sama besar untuk meraih gelar yang terbaik pada musim ini. Hingga pekan ke-26, Leicester yang kini berstatuskan pemuncak klasemen sementara , unggul dua poin atas Spurs dan Arsenal.

Hanya saja, The Foxes harus berhati-hati. Pasalnya, dari 12 jadwal sisa hingga akhir musim, mereka masih menghadapi dua tim papan atas. Yakni Manchester United pada pekan ke -36 dan Chelsea pada pekan pamungkas. Itu artinya, tergelincir pada dua laga krusial itu, kans juara mereka bisa lenyap.

Satu lagi keuntungan yang didapatkan The Foxes, mereka hanya fokus pada Premier League. Itu berbeda dengan Spurs, Arsenal dan Man. City yang masih berbagi konsentrasi dengan kompetisi lain. “Kami cuma memikirkan Premier League. Tim-tim lainnya masih harus bertarung di lain kompetisi. Mereka masih harus menghabiskan tenaga dan bepergian jauh, itu tidak mudah. Itu adalah keuntungan tapi tetap saja kami masih harus berkonsentrasi,” tegas Manajer Leicester, Claudio Ranieri kepada BBC.

BACA JUGA :   PSG Tidak Pernah Memimpikan Mourinho

Mantan pemain sayap Chelsea Pat Nevin menyebut jika The Foxes meraih gelar juara, maka akan menjadi awal perubahan baru bagi sepak bola Inggris. “Sudah sejak lama, hanya ada tiga dari empat tim yang bisa menjuarai Liga, dan klub lain tak bisa. Tapi kalau Leicester menang, itu memberikan harapan bagi semua orang,” jelas Nevin.

Jadwal Sisa Tiga Tim
Di atas kertas, Arsenal dan Spurs menjadi kandidat kuat untuk menggeser posisi The Foxes di puncak klasemen. Hal itu disebabkan perolehan poin keduanya terpaut tipis dengan tim didikan Claudio Ranieri tersebut.

Akan tetapi, jika ditelisik, ternyata itu tak mudah. Dari 12 jadwal pertandingan sisa pada musim ini, kedua tim masih harus melakoni beberapa pertandingan berat. Tergelincir di beberapa laga menentukan itu, keduanya bisa terlempar dari perebutan gelar juara.

Arsenal contohnya. Dari jadwal sisa, mereka masih menghadapi Manchester United di pekan ke-27, Spurs pada dua pekan berikutnya, dan Manchester City pada pekan ke-37. Tiga pekan krusial inilah yang akan sangat memengaruhi langkah tim besutan Arsene Wenger tersebut.

BACA JUGA :   Arsenal Diuji Tottenham di Derby London

Manajer Arsenal, tak gusar dengan sisa jadwal tersebut. Kata Wenger, usai mengalahkan Leicester City, ia optimistis timnya masih bisa bersaing di jalur juara. “Saya tak ingin berspekulasi pengaruh hasil ini pada tim lain. Kemenangan atas Leicester telah memperkuat keyakinan kami bahwa kami punya peluang juara,” jelas Wenger.

Sementara itu, dari jadwal sisanya, Spurs masih harus melakoni pertandingan kontra Arsenal pada pekan ke-29, Liverpool pada pekan ke-32, dan Chelsea pada pekan ke-36. “Kami harus bekerja keras dan harus meningkatkan kemampuan setiap hari. Sekarang kami berada posisi yang bagus di klasemen sementata tapi masih terlalu dini untuk bicara soal juara,” kata pelatih Spurs, Mauricio Pochettino pada Sports Mole.

Jadi, siapakah yang ajan juara pada musim ini? Jika benar The Foxes yang juara pada akhir musim, maka dengan sendirinya dominasi tim-tim kaya akan runtuh. Seperti yang diucapkan Wenger, jika itu terjadi, maka akan jadi bukti sahih bahwa sepak bola tak melulu soal uang. (HM)

(Visited 31 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid

You must be logged in to post a comment Login