Offside.co.id

Catat! Ini 5 Alasan Newcastle Sukses Kembali ke Premier League

Selasa 25 April 2017 08:45 WIB

Offside.co.id – Newcastle United sukses melangkahkan kakinya kembali ke persaingan Liga Primer. Tim berjuluk “The Magpies” hanya perlu satu musim untuk promosi ke kasta tertinggi setelah meraih kemenangan atas Preston North End 4-1 di St James Park, Senin malam.

Kendati masih berada di posisi kedua klasemen sementara Championship dengan nilai 88 di bawah Brighton & Hove Albion (92), nilai yang dikantongi Newcastle sudah aman untuk promosi ke Premier League  musim depan. Di posisi ketiga ada Reading yang mengemas nilai 79.  Divisi Championship yang diikuti 24 tim masih menyisakan dua pertandingan lagi.

Keberhasilan Newcastle yang musim lalu terlempar ke Divisi Championship tak lepas dari peran pelatih kenamaan asal Spanyol Rafael Benitez. Manta pelatih Liverpool itu menjadi salah satu kunci kembalinya Newcastle ke Premier League.

Namun, tak hanya faktor Rafa saja tentunya. Ada faktor lain yang juga mendukung sukses “The Magpies”, klub yang pernah melahirkan pemain-pemain ternama seperti Alan Shearer, David Ginola, Les Ferdinand, Faustino Asprilla, Keith Gillespie, dan Peter Beardshley itu, kembali ke Liga Primer. Apa saja?

Berikut 5 (lima) alasan kembalinya Newcastle seperti ditulis Mirror.co.uk:

  1. Rafa Benitez bertahan sebagai pelatih
BACA JUGA :   Kroos Selamatkan Peluang Jerman

Membujuk pelatih asal Spanyol itu untuk tetap bertahan sebagai arsitek tim di saat Newcastle terdegradasi bukanlah perkara mudah. Sebagai pelatih yang punya nama besar Rafa boleh jadi enggan berkiprah di divisi Championship. Apalagi usai dirinya gagal menyelamatkan Newcastle dari degradasi msuim lalu sejumlah tawaran dariklub-klub besar datang kepada Rafa.

Rupanya kecintaan Rafa pada Newcastle mampu mengalahkan berbagai tawaran melatih di klub lain. Inilah yang membuat Newcastle kemudian bahu membahu untuk dapat kembali ke kasta tertinggi hanya dalam waktu satu musim.

  1. Perombakkan Pemain

Langkah awal yang dilakukan Rafa adalah melepas sejumlah pemain Newcastle yang dianggap tidak berkembang. Hasilnya, klub mendapatkan pemasukan 74 juta pound dari penjualan pemain. Selanjutnya, 12 pemain baru didatangkan dengan biaya hanya sekitar 50 juta pound. Mereka dipompa untuk mencapai target promosi.

  1. Dwight Gayle, pencetak gol mematikan

Untuk mengejar target promosi dibutuhkan kemenangan. Untuk menang dibutuhkan pencetak gol andal. Dan, syarat itu dipenuhi oleh Dwight  Gayle. Gayle menjadi striker yang ditakuti. Sebanyak 27 gol sudah dikemas pemain ini.

Selain Gayle, ada juga Daryl Murphy.  Pemain ini ini juga tak bisa dilepaskan perannya. Murphy menjadi salah satu pemain penting Newcastle.

Dwight Gayle (Foto: TheSun/Newcastle/GettyImages)

  1. Pahlawan di barisan tengah dan belakang
BACA JUGA :   Kroos Selamatkan Peluang Jerman

Seperti halnya Gayle dan Murphy, pemain yang tak kalah pentingnya adalah Matt Ritchie. Dialah gelandang andal “The Magpies” yang kemampuannya berhasil menenggalamkan Jonjo Shelvey.

Ritchie terbilang gelandang yang produktif. Setidaknya 15 gol berhasil dia ciptakan dari lini tengah. Kerjasamanya dengan Shelvey dan Isaac Hayden telah menghasilkan gol-gol brilian dari pemain asal Skotlandia itu.

Selain itu, jangan lupakan juga Ciaran Clark, Jamaal Lascelles, serta Paul Dummett. Mereka menjadi pilar pertahanan dan pemimpin di lapangan yang andal. Clark menjadi bintang di pertahanan lewat aksi-aksinya yang memesona. Sedangkan Lascelles adalah sosok kapten muda yang disegani. Sementara Dumment adalah contoh keberhasilan pembinaan pemain muda Newcastle.

Matt Ritchie (Foto: TheSun/RexFeatures)

  1. Melupakan konflik internal dan bersatunya fans

Pemilik klub Mike Ashley mempercayai Rafa Benitez untuk membangun kembali kekuatan “The Magpies” menghadapi Championship dengan target promosi. Walau sempat terjadi goncangan dalam tubuh manajemen klub, situasi itu tak membawa dampak buat tim. Rafa tetap diberi kepercayaan penuh. Fans pun bersatu mendukung perjuangan tim. (KS)

(Visited 162 times, 6 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo