Offside.co.id

Guardiola: Saya Tak Cukup Baik bagi Man. City

Sabtu 21 Januari 2017 09:43 WIB

Offside.co.id – Siapa menyangka, manajer sesukses Pep Guardiola tiba-tiba merasa begitu tak berdaya. Ia bahkan mengakui bahwa dirinya mungkin tidak cukup baik bagi Manchester City.

Konglomerat Sheikh Mansour memboyong Guardiola ke Etihad Stadium dengan harapan tinggi. Maklum, reputasi pria yang sukses sebagai pemain dan pelatih Barcelona itu memang luar biasa. Bahkan saat menjajal kehebatan di Bayern Muenchen pun, Pep relatif sukses.

Harapan City kepadanya membubung tinggi. Mereka tak sekadar ingin merajai Liga Primer Inggris atau EPL, tapi juga berjaya di Liga Eropa. Kini, mimpi itu perlahan memudar. Terlebih seusai dibantai Everton 0-4 yang disebutnya sebagai tragedi.

Sekarang Guardiola mengakui bahwa ia mungkin menjadi masalahnya. “Mungkin harapan tentang saya datang ke sini begitu berlebihan,” katanya seperti dikutip Daily Star. “Saya juga harus disalahkan. Jangan menyalahkan pemain, terlebih ke kiper kami, Claudio Bravo pada laga menyedihkan itu.”

Seusai kekalahan 0-4, Guardiola sempat memberi isyarat jika timnya mulai kehilangan kontrol untuk menjadi kampiun EPL. Mereka kini tertinggal 10 poin dari pemimpin liga Chelsea. Dalam iklim belum kondusif, Minggu (22/1) mereka menghadapi Tottenham Hotspur yang tengah naik daun.

“Sekarang Anda menyadari komentar saya sangat berlebihan. Mungkin dengan menang 10 berturut-turut orang baru bisa mengatakan seberapa baik prestasi kami,” imbuhnya. “Saya akan berbicara dengan klub untuk mencari sulusi secepatnya.”

BACA JUGA :   Roma Tertahan di Kandang Chievo Verona

Yang ia maksud tentu adalah cuci gudang. Mansour konon telah menyiap dana lebih dari 200 juta pound (lebih dari Rp 3,2 triliun) untuk belanja pemain. Lionel Messi disebut-sebut sebagai salah satu sensasi transfer abad ini, tapi juga dinilai sebagai mimpi.

“Kehidupan manajer dan pemain sepak bola memang sering berada dalam situasi-situasi yang menyedihkan. Harus selalu menang, menang, menang. Saya lebih suka berada di atas, tapi kenyataan tidak selalu begitu,” lanjut Pep.

Ia mengaku jika situasi terburuk seperti sekarang ini baru pertama kali ia alami. Di Barca maupun Muenchen, pernah klubnya mengalami beberapa kekalahan, tapi rasanya tak sedalam sekarang. Soalnya, di dua klub terdahulu mental juara begitu tertanam. Di City, budayanya belum seperti itu.

Perbaikan cepat, harus dilakukan. Misal, memperbaiki hubungan dengan Yaya Toure yang kerap ia abaikan. Di laga-laga awal, Toure bahkan tak masuk skemanya. Sang gelandang pun kerap dibangku-cadangkan. Nyatanya, dalam statistik nilai Toure justru masuk nomor enam pemain terbaik City musim ini. Di woscored.com, ia malah dapat poin 8,3 alias tertinggi di posisi gelandang.

Namun ia enggan menyatakan bakal mencopot Bravo yang telah kebobolan 14 gol dari 22 tembakan terakhir dia hadapi. Namun fans City sudah berteriak, posisi kiper sangat rawan. Baginya, kekalahan tim bukan terjadi akibat jeleknya performa satu dua pemain.

BACA JUGA :   Madrid Gunduli Sevilla 5 Gol Tanpa Balas

Inikah sinyal bahwa Pep memang telah melakukan kesalahan di City? Entahlah. Yang pasti, pelatih jenius dan jempolan seperti Guardiola diyakini mampu bangkit. Deretan prestasi tim maupun individu adalah garansinya. (SN)

Baca Juga: Dijamu Stoke, MU Berpeluang Geser City

 

GELAR JUARA PEP GUARDIOLA

Barcelona

La Liga (3): 2009, 2010, 2011

Copa del Rey (2): 2009, 2012

Piala Super Spanyol (3): 2009, 2010, 2011

Liga Champions UEFA (2): 2008-09, 2010-11

Piala Super UEFA (2): 2009, 2011

Piala Dunia Antarklub FIFA (2): 2009, 2011

 

Bayern Munich

Bundesliga: 2013–14, 2014–15

DFB-Pokal: 2013–14

UEFA Super Cup: 2013

FIFA Club World Cup: 2013

 

Individu

Pelatih Klub Terbaik IFFHS (1): 2009

Pelatih Terbaik Penghargaan Don Balón (2): 2009, 2010

Pelatih Eropa Terbaik Onze d’Or (1): 2009

Pelatih Terbaik Trofi Miguel Muñoz (2): 2009, 2010

Manajer Terbaik Dunia World Soccer Magazine (1): 2009

Pelatih Terbaik Tim Terbaik UEFA (1): 2009

Pelatih Terbaik menurut LFP (1): 2009

(Visited 94 times, 2 visits today)
Editor: Sigit Nugroho