Offside.co.id

MU Mau Juara UCL? Contoh Formasi 1998/99 dan 2007/08!

Selasa 13 Juni 2017 10:40 WIB

Offside.co.id – Ambisi Manchester United untuk menjuarai Premier League dan Liga Champions sekaligus, amat besar. Ini cuma mimpi atau bisa direalisasi?

Selepas era Sir Alex Ferguson, MU memang terseok-seok. Boro-boro juara liga elit Eropa, di liga domestik saja Wayne Rooney dkk kepayahan.

Upaya pemulihan sudah dicoba di era David Moyes dan Louis Van Gaal, nyatanya gagal. Di tangan Jose Mourinho, United memasuki fase pemulihan.

Hadirnya trio pemain baru yang bisa jadi pemain kunci seperti Paul Pogba, Henrikh Mkhitaryan, dan Zlatan Ibrahimovic, telah terasa manfaatnya.

Belum maksimal, tapi raihan trofi Community Shield, Piala Liga dan Liga Europa, plus jatah masuk Liga Champions musim depan, cukup menandai kembalinya Ref Devils ke persaingan elit Eropa.

Dengan skuad sekarang (termasuk menepinya Ibrahimovic dan mungkin Rooney), menjadi favorit pun MU tak layak. Liga Champions adalah ajang klub-klub elit dengan pemain kelas dunia.

Di sektor penggempur adalah pos paling vital. Sekuat apapun lini pertahanan, kalau tak bisa menjebol gawang, ya sama saja bohong.

BACA JUGA :   Debut Moyes Belum Bisa Menangkan West Ham

Kehadiran Alvaro Morata dari Real Madrid sudah dalam tahap akhir. MU belum berani merilis secara resmi, seperti halnya Victor Lindelof (Benfica).

Dalam laman resmi klub, MU menyebut kesepakatan dengan klub dan pemain telah tercapai, tinggal tes medis. Dengan Morata, tinggal selisih di bawah £10 juta.

Madrid minta £70 juta, MU menawar £64 juta. Diyakini, deal akan terjadi pekan ini. Problemnya, siapa striker pendampingnya?

Merujuk sukses juara Liga Champions era modern pada musim 1998/99 dan 2008/09, Mourinho tampaknya mengkopi formasi striker ganda.

Pada era 1998/09, Ferguson memasang dua tombak kembar: Dwight Yorke dan Andy Cole. Teddy Sheringham dan Oke Gunnar Solskjaer jadi striker pelapis. Mereka cukup efektif, termasuk memukul Bayern Muenchen di final.

Di era 2008/09, Fergie memasang duet Rooney-Cristiano Ronaldo, dengan Carlos Tevez sebagai pelapis. Piala kuping gajah itu bisa dibawa pulang ke Old Trafford, seusai mengalahkan Chelsea di fase akhir.

Selepas era duet striker, dalam beberapa tahun terakhir MU memasuki fase striker tunggal. Sukses terakhir, minimal juara Liga Inggris adalah pada musim 2012/13 saat MU memasang Robin Van Persie sebagai lone striker.

Empat musim berikutnya, prestasi United jeblok dengan striker tunggal. Rooney, Marcus Rashford, Anthony Martial dll memang eksis, tapi mereka tak benar-benar dimainkan sebagai duet striker seperti pada formasi 4-4-2 MU yang legendaris itu.

BACA JUGA :   Dikalahkan Suriah, Milla Puji Debut Spaso

Apakah Mourinho akan membiarkan Morata jadi striker tunggal dengan Rashford dan Martial di kedua sayap? Kedua youngster ini hebat, tapi untuk tugas berat di pentas Eropa, rasanya belum.

Ibra yang sarat pengalaman dan bermental juara saja, masih kerepotan. Duet striker maut tampaknya bisa jadi opsi guna menajamkan daya gedor MU.

Nama Andrea Belotti, Piere Emerick Aubameyang, Alexander Lacazette, dan bahkan Diego Costa, masih masuk radar. Mengamankan Morata adalah kewajiban, menambah tandemnya adalah keharusan. (SN)

(Visited 1.005 times, 13 visits today)
Editor: Sigit Nugroho