Offside.co.id

Wawancara Lukaku: Pengaruh Pogba Besar!

Selasa 11 Juli 2017 08:49 WIB

Offside.co.id – Begitu diperkenalkan sebagai pemain baru Manchester United, Romelu Lukaku (24) melakukan wawancara pertama kali dengan MUTV.

Ia bicara banyak hal, termasuk tentang Jose Mourinho, Sir Alex Ferguson, hingga Paul Pogba. Berikut petikan wawancara yang diolah wartawan Offside, Sigit Nugroho.

Selamat Romelu – bagaimana Anda menggambarkan emosi saat ini?
Saya senang, gembira, dan tidak sabar untuk bergabung dengan tim, manajer, dan memulai bagian baru dalam hidup saya.

Apa motivasi utama Anda bergabung dengan Manchester United?
Sejarah. Para pemain dan klub, tampak selalu lapar untuk memenangkan piala. Ini adalah sesuatu yang saya cari. Bagi saya, bergabung dengan MU adalah kesempatan sempurna untuk membuat langkah besar.  Saat Manchester United meminta Anda bergabung, sulit untuk mengatakan tidak.

Kenapa Anda ingi menyelesaikan proses transfer sebelum tur pra-musim?
Saya memang ingin agen dan mantan klub saya Everton memastikan kesepakatan terjadi sebelum pra musim. Tujuannya agar saya bisa mengenal pemain dan tahu bagaimana permainan mereka. Saya pernah bekerja di bawah Mourinho, tapi sekarang ini tetaplah hal baru. Saya tidak sabar untuk memulai.

Anda bersahabat dekat Paul Pogba. Seberapa besar peran yang ia mainkan dalam proses transfer ini?
Peran Pogba besar. Tentu, dia salah satu teman baik, sekaligus tetangga saya. Kita selalu bersama setiap hari. Musim lalu ketika dia menandatangani kontrak dengan United, itu benar-benar memicu sesuatu di otak saya. Suatu hari saya bertekad melakukan hal yang sama. Sekarang terbukti bukan?

Pernahkah Anda berbicara dengan rekan di timnas Belgia, Marouane  Fellaini, tentang rencana bergabung dengan United?
Dia berbicara kepada saya dua hari lalu. Dia bilang, “Kau akan menyadari seberapa besar dan seberapa hebat klub ini.” Saya jawab, “Saya sudah menyadarinya sedikit.”

BACA JUGA :   Sanksi 3 Laga Bailly Sebuah Konspirasi?

Soal Mourinho, seberapa besar Anda ingin bekerja bersamanya lagi?
Saya sangat menantikan hal itu. Kami memiliki hubungan yang sangat baik dan saya selalu bermimpi untuk bermain di bawahnya, bahkan sejak saya berusia 10 tahun! Dia manajer yang tepat untuk membantu kami memenangi piala dan saya tidak sabar untuk mulai bekerja di bawahnya lagi.

Terkait manajer, Anda pernah mencetak hat-trick untuk West Brom melawan United, dalam laga terakhir Sir Alex Ferguson. Apa kenanganmu akan hari istimewa itu?
Saya ingat semuanya. Cara mereka mendominasi kami di babak pertama sangat menakutkan! MU tim bagus. Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Rio Ferdinand sedang bermain. Mereka bahkan sudah hebat saat saya masih anak-anak. Kini saya adalah bagian dari klub. Saya ingin membantu klub memenangi lebih banyak piala lagi.

Anda sering bermain lawan MU di Old Trafford. Kali ini Anda memakai jersey merah di depan lebih dari 70.000 penggemar. Bagaimana rasanya?
Saya tinggal di Manchester, jadi selalu melewati Old Trafford tiap kali ingin pergi ke pusat kota. Suatu malam saya berkata kepada ibu, kelak saya akan bermain di sana suatu hari nanti. Ada perasaan tertentu saat melintasinya, meski itu hanya stadion. Kala bermain melawan Man United, setiap kali saya masuk lapangan, saya merasa seperti anak kecil. Anda bisa melihat suasananya, para penggemarnya. Saya benar-benar ingin memainkan pertandingan pertama di sana.

Apa yang ingin Anda capai sebagai pemain United, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari tim?
Secara individu, tentu ingin mencetak sebanyak mungkin gol. Caranya, bekerja keras setiap hari, bahkan lebih dari yang pernah saya lakukan sebelumnya. Harus terus memperbaiki diri, karena tak ada waktu untuk berpuas diri. Bermain untuk klub besar, harus bertingkah seperti pemain besar. Yang paling penting, trofi untuk tim di atas segalanya.

BACA JUGA :   Klub-klub Liga 1 Sampaikan Belasungkawa untuk Ricko

MU memenangi tiga piala di musim pertama Mourinho. Akankah terulang bersama Anda?
Saya tak ingin dan tak suka berbicara terlalu banyak. Saya hanya ingin bekerja keras dan membuktikan diri kepada orang-orang di lapangan. Kami siap menghadapi tantangan untuk meraih berbagai trofi.

Kami senang bisa kembali ke Liga Champions. Seberapa bersemangat Anda bermain dalam hal itu?
Akhirnya! Akhirnya! Saya telah menjadi profesional selama delapan tahun dan saya tidak pernah merasakan tahap penyisihan grup Liga Champions. Ini adalah sesuatu yang selalu saya inginkan.

Bagaimana peringkat Liga Champions dibanding Piala Dunia dan Euro?
Jelas Piala Dunia paling atas, lalu Euro. Tapi saya selalu memimpikan Liga Champions. Di Piala Dunia terdahulu, saya masih terlalu hijau masuk timnas Belgia. Kini kami memiliki generasi berbakat. Tapi dengan Manchester United, kita bisa punya tantangan setiap tahun untuk memenangkan Liga Champions. Klub sedang dalam proses pembangunan kembali dan manajer melakukan hal yang benar untuk membawa klub kembali ke tempat asalnya.

Akhirnya, apakah Anda memiliki pesan untuk jutaan pendukung United di seluruh dunia?
Mereka ingin klub meraih banyak piala. Mereka ingin kegembiraan di lapangan dan ini adalah sesuatu yang akan saya coba sampaikan di setiap pertandingan.

(Visited 67 times, 67 visits today)
Editor: Sigit Nugroho