Offside.co.id

Allegri, (Memang) Tukang Racik Strategi

Senin 23 Januari 2017 15:41 WIB

Offside.co.id – Awalnya banyak yang meragukan Massimilliano Allegri ketika ditunjuk Juventus sebagai pengganti Antonio Conte. Keraguan itu pun logis mengingat ia hanya pernah bagus menukangi klub sekelas Cagliari dan sukses membawa AC Milan juara Serie-A.

Lambat laun, ternyata keraguan itu tak terbukti. Dengan kecerdasaannya, ia sanggup membawa Juventus di level tertinggi sepak bola Italia. Bahkan, I Bianconeri sanggup diantarkannya hingga babak final Liga Champions.

Musim ini kelihaian Allegri masih berlanjut. I Bianconeri masih bisa bertengger di posisi puncak klasemen sementara Serie-A 2016-2017. Hebatnya, kesuksesan itu dibarengi dengan keberanian dan  kecerdasaan dia dalam meracik strategi.

Seperti yang diketahui, ketika berhasil melumat Lazio 2-0 (22/1) pada pekan lalu, ia menggunakan taktik 4-2-3-1. Untuk pertama kalinya, Allegri menurunkan Mario Mandzukic, Gonzalo Higuain, dan Paulo Dybala secara bersamaan. “Kemampuan para pemain mendukung untuk menggunakan formasi ini,” bilang Allegri.

Jika dirunut, rasanya keberanian Allegri itu logis. Ia memang doyan mengganti formasi pakem timnya. Namun ia kerap melakukannya secara benar. Artinya, sesuai dengan kemampuan para pemain dan situasi tim.

Selama musim 2016-2017, pelatih asli Italia itu memang terbiasa dengan formasi 4-3-1-2 atau 3-5-2 flat. Pada laga Serie-A kontra Atalanta, Bologna, AC Milan, dan AS Roma, Juventus tampil dengan formasi 4-3-1-2.

Lalu, ketika menghadapi Genoa, Fiorentina, Pescara, Chievo, Sampdoria, dan AC Milan, I Bianconeri tampil dengan mengusung taktik 3-5-2. Malah, saat menghadapi Torino, berganti ke skema 4-3-3.

Lantas, di antara beragam taktik tersebut, mana yang paling cocok buat Juventus? Hanya Allegri yang paham. (HM)

(Visited 115 times, 2 visits today)
Editor: Hanif Marjuni