Offside.co.id

Juve Ingin Move On Dari Pekan Buruk

Jumat 20 Januari 2017 10:55 WIB

Offside.co.id – Jawara Serie A Italia, Juventus ingin move on dari pekan buruk. Kekalahan yang diderita dari tuan rumah Fiorentina membuat klub asuhan Massimiliano Allegri itu semakin dekat dengan AS Roma.

Ya, klub ibukota Italia itu saat ini berada di peringkat dua klasemen sementara Serie A dengan hanya selisih satu poin dari Juventus di puncak klasemen.

Namun Juve masih unggul satu pertandingan dari Roma, dan klub asal Kota Turin ini harus mampu bangkit jika ingin terus menjaga peluang mendapatkan Scudetto ke-enam secara beruntun.

Kekalahan dari Fiorentina menjadi kekalahan ke-empat Juventus di Serie A musim ini. Sang pelatih, Massimiliano Allegri melancarkan kritikan usai timnya kalah dalam pertandingan tersebut.

BACA JUGA :   PSG Kehilangan Neymar Saat Menjamu Lille

“Tim-tim seperti Fiorentina dan Genoa memainkan pertandingan seperti pertarungan hidup-mati saat melawan kami. Maka kami harus selalu menaikkan level energi kami dan memberikan segalanya, karena itulah yang dilakukan lawan terhadap kami,” tutur Allegri dilansir dari Football-italia, Jumat (20/1).

“Ini akan menjadi pertarungan dan kami perlu untuk berjuang untuk setiap angka dari sini sampai 28 Mei. Itu tidak akan mudah,” sambungnya.

Tak hanya soal teknis di atas lapangan, perubahan logo klub yang diluncurkan manajemen Juventus awal pekan ini juga memunculkan kritik pedas dari para pendukung.

BACA JUGA :   Sikat Lille, PSG ke Jalur Kemenangan Lagi

Presiden klub Andrea Agnelli mengatakan diperlukan waktu setahun untuk mendesain logo baru tersebut. “Logo baru ini adalah simbol cara hidup Juventus,” kata Agnelli.

Banyak penggemar tidak yakin dengan penjelasan itu dan mengarahkan kemarahan mereka melalui media sosial, sedangkan 52 persen merespon survei pada harian olahraga Tuttosport mengatakan mereka tidak menyukai perubahan itu.

Pada laga selanjutnya, Juve akan menghadapi Lazio akhir pekan ini (22/1) di Juventus Stadium.

(Visited 26 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid