Offside.co.id

Akhir Kisah “Pelarian Gareth Bale” ke Old Trafford

Jumat 2 Juni 2017 10:42 WIB

Offside.co.id – Nafsu Manchester United mendatangkan Gareth Bale sudah lama, sejak ia berkostum Tottenham Hotspur. Tapi Bale memilih Real Madrid. Kini, saat disia-siakan El Real, Bale ingin ke MU.

Seberapa besar peluang pemain berusia 27 tahun itu bergabung dengan Paul Pogba dkk di Old Trafford?

editorial SN

Sekalipun poundsterling jadi kunci sebagian besar analisis, menurut saya tetap ada faktor lain yang akan ikut jadi penentu akhir kisah “Pelarian Gareth Bale”.

Pertanyaan pertama, kenapa Bale memilih Madrid saat Spurs bersedia menjual dia? Meski transfer Bale £85,3 juta memecahkan rekor pembelian Cristiano Ronaldo (£80 juta dari MU ke Madrid), mestinya rekor itu bisa lebih tajam lagi.

Kala itu MU menawar lebih tinggi, mulai dari £90 juta hingga £100 juta! Ada dua jawaban. Bale yakin, prestasi Los Blancos lebih stabil, baik di liga domestik maupun Eropa.

Prestasi United? Saat Bale direkrut Madrid pada 2013, manajer legendaris Sir Alex Ferguson pensiun. Siapapun sulit menduga, apakah MU tetap merajai Premier League?

Tak ada yang berani memberi garansi. Kini terbukti, sang suksesor, David Moyes dan Louis van Gaal, memang gagal. Boro-boro juara, finis ke-4 untuk dapat jatah ke Liga Champions saja, kerepotan.

Baru di tangan Jose Mourinho tiket ke liga utama benua biru diraih. Itupun lewat jalur kampiun Liga Eropa, bukan peringkat liga. Insting Bale memang tajam.

Hal lain, Spurs tak suka bintangnya justru membuat rival di Liga Primer jadi lebih kuat. So, melego Bale ke kompetisi La Liga adalah solusi terbaik. Keuntungan berkurang sedikit, tidak masalah.

Namun, hati kecil Bale tak bisa dibohongi. Dia juga punya ambisi tenar di MU seperti dua orang Wales sebelumnya, Mark Hughes dan Ryan Giggs. Nama mereka dikenang sepanjang masa oleh fans MU di seluruh dunia.

BACA JUGA :   Klub-klub Liga 1 Sampaikan Belasungkawa untuk Ricko

Di Santiago Bernabeu, Bale jelas menikmati banyak trofi utama: La Liga, maupun Liga Champions yang bergengsi. Namun ia pun sadar diri, kinerja terbesar atas capaian itu ada pada diri CR7. Dan ia akan terus menjadi bayang-bayang superstar Portugal tersebut.

Hingga sejauh ini, belum ada tanda-tanda Ronaldo menurun. Bahkan di usia 32 tahun, jumlah Balon D’or alias Bola Emas-nya bisa bertambah jadi 5 biji – jika El Real juara UCL, Sabtu nanti.

Ada fakta menyesihkan lain. Bale menempati posisi teratas pooling fans Madrid bertajuk “Pemain Paling Tidak Diinginkan”. Karenanya, pergi ke Old Trafford jadi salah satu opsi terbaik.

Di lapangan, Bale juga sering dilecehkan Madridistas. Tapi, siapa yang tidak merasakan hal itu? Karim Benzema, dan bahkan CR7 (aset terbaik klub), kerap dilecehkan lewat siulan dan teriakan: boooo!

Namun perkara hati itu tak serta-merta membuat transfer jadi mulus. Ada faktor lain, sebutlah terkait kebutuhan tim. Jika Zinedine Zidane bisa membajak Eden Hazard (Chelsea), besar peluang Bale untuk dijual.

Jika gagal, ada opsi lain. Zidane masih menanti Kylian Mbappé (AS Monaco). Tawaran pertama Madrid sebesar €120 juta telah ditolak. Memang, ada kemungkinan tawaran kedua. Bale patut merasa cemas.

Andai akhirnya Hazrad atau Mbappé bisa didapatkan, sang presiden Florentino Perez, akan “membuat perhitungan” dengan Ed Woodward, bos MU.

Tawaran Madrid £60 juta untuk kiper David de Gea dua hari lalu ditolak mentah-mentah. Angka itu padahal rekor kiper termahal di dunia, sebab Gianluigi Buffon dibeli Juventus dari Parma di angka £51 juta.

BACA JUGA :   Persib Berduka Jelang Lawan Perseru

Bila MU menghindari “pukulan balasan”, maka menebus buyout clause jadi pilihan. Tapi angkanya fantastis. Sadar MU terus memburu Bale, Madrid memagari dengan buyout clause selangit.

The Sun menyebut £900 juta! Tapi dari agen Bale, Jonathan Barnett, terkuak angka €500 juta atau setara Rp 7,4 triliun! Padahal, anggaran belanja MU (salah satu tertinggi di dunia) “hanya” Rp 3,5 triliun.

Katakanlah ada jalan tengah soal harga, belum tentu MU langsung bilang: bungkus! Mari kita flashback ke proses perekrutan Ruud Van Nistelrooy pada tahun 2000.

Meski MU ngebet membeli Ruutje dari PSV Eindhoven, toh manajemen tetap detail dalam proses perekrutan. Melihat Ruutje baru pulih dari cedera, MU sampai minta dua kali sang pemain mengikuti tes medis.

Pihak PSV tersinggung dan langsung memutuskan menolak tawaran £18,5 juta​ dari United. Apa yang terjadi? Ruutje ternyata menderita cedera anterior cruciate knee ligaments. Ia absen setahun penuh!

Nah, saat lututnya pulih pada 2001, barulah Ruutje teken kontrak dengan banderol £19 juta. Apakah kasus Ruutje juga akan dialami Bale? Apakah Madrid siap menjual dia asal MU juga rela melepas de Gea?

Pelarian Bale dari cemooh fans dan bangku cadangan Madrid, masih sulit diduga ending-nya. Ya, tak semudah mengedit foto Bale, dari kostum Madrid jadi jersey United!

(@sigitbola)

(Visited 4.507 times, 28 visits today)
Editor: Sigit Nugroho