Offside.co.id

Benarkah Real Madrid Kehabisan Bensin?

Kamis 2 Maret 2017 07:20 WIB

Offside.co.id – Real Madrid yang berminggu-minggu memimpin klasemen La Liga, kini tampak kehabisan bensin. Hal itu tercermin dari hasil tiga laga terakhir.

Madrid dikalahkan Valencia 1-2, menang susah payah 3-2 dari Villareal, dan dini hari tadi ditahan seri 3-3 oleh Las Palmas. Mereka bahan nyaris kalah sebab sempat teringgal 1-3! Sewaktu menang atas Villareal, situasinya juga mirip.

Bedanya, kala lawan Villareal mereka bisa membalikkan keadaan dan akhirnya menang. Nah, pada laga terakhir, mereka tak mampu lebih dalam menginjak pedal gas. Skor 3-3 sudah jadi hasil maksimal.

Sementara rivalnya, di tiga laga terakhir punya catatan sempurna. El Barca selalu menang. Melawan Leganés Lionel Messi cs menang 2-1, lalu membawa pulang tiga oin dari markas Atletico Madrid lewat kemenangan 2-1, serta semalam menghancurkan Sporting Gijón 6-1!

Ironisnya lagi, Barca mencatat hasil gemilang justru ketika sang pelatih, Luis Enrique, tengah digoyamg para pemainnya sendiri, terutama Messi. Ya, sang mega bintang meminta klub mengganti sang entrenador dengan Jorge Sampaoli, yang amat dekat dengan Messi.

Klub tak berdaya, sebab Messi mengancam pergi dari Barcelona jika keinginannya tak dituruti. Superioritas Messi memang membuat Barcelona tak berkutik. Terlebih Messi juga didukung Neymar dan Luis Suarez.

Barca pun sadar, trio MSN itu adalah tulang punggung klub, bukan pelatih. Terbukti, ketika ketiga bintang mahal itu tampil prima, Barca nyaris tak terbendung. Saat ini, merekalah yang mendominasi gol-gol kubu Blaugrana. Selisih gol dengan Madrid pun jauh. Barca surplus 50 gol, sementara Madrid 38.

Di kubu Los Blancos, posisi pelatih Zinedine Zidane juga baik. Ia bisa “menguasai” para superstar seperti Ronaldo, Gareth Bale, Karim Benzema, atau James Rodriguez yang dibeli mahal namun malah disia-siakan.

Namun eks pemain dan pelatih Real Madrid, Jorge Valdano, kepada El Transistor, justru punya analisis berbeda. Valdano menyebut yang punya masalah besar sebenarnya Barcelona, bukan Madrid.

Menurutnya, Barca punya ciri khas mendominasi penguasaan bola. Ketika dominasi itu melemah akibat cedera 1-2 pemain bintangnya, performa tim pun ngedrop.

“Berbeda dengan Real Madrid. Sekalipun bermain buruk, mereka tetap bisa mengalahkan lawan. Itu karena para pemain Madrid punya competitive spirit yang luar biasa. Kita sering melihat mereka melakukan hal itu,” sebut Valdano.

Jika melihat dari tiga pertandingan terakhir El Real, analisis Valdano memang mendekati kebenaran. Tak mudah mengalahan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan. Namun dengan skor-skor mepet seperti sekarang, rasanya lebih pas menyebut Madrid kehabisan bensin.

Bisa jadi, problem besar Madrid justru terletak pada magma terpendam seperti Rodriguez, Isco, dan Alvaro Morata. Mereka adalah bintang-bintang besar yang kini dikenal sebagai pemain cadangan.

Dalam dua laga terakhir, keduanya diturunkan. Isco mencetak gol di menit ke-8. Sementara Morata mencetak gol penentu kemenangan kontra Villareal. Tak sedikit yang menyebut, Zidane “terpaksa” menurunkan mereka setelah ketiganya minta dijual.

Jika betul, justru problem internal yang membuat tenaga Madrid terasa berat dan tampak seperti kehabisan bensin, maka Barca boleh bersiap merebut gelar La Liga.

Saat ini Barca merebut puncak klasemen dari Madrid dengan keunggulan satu poin, namun sang rival masih punya satu laga tunda kontra Celta Vigo. Kemarahan Bale hingga membuatnya diusir wasit saat kontra Las Palmas hingga membuat Madrid timpang, hanya masalah parsial.

Problem utama bukan pada satu individu. Kejeniusan dan kematangan Zidane sebagai bos Los Blancos akan diuji. Jika tak cepat menambal masalah, Madrid bisa kian terjepit. (SN)

(Visited 72 times, 2 visits today)
Editor: Sigit Nugroho