Offside.co.id

TERUNGKAP! Ini Perlakuan Kejam Madrid pada Isco!

Senin 27 Februari 2017 18:10 WIB

Offside.co.id – Ketika diboyong Real Madrid dari Malaga, Francisco “Isco” Alarcon (26), punya harapan tinggi. Gaji melejit, popularitas pun ikut terangkat di klub berjuluk Los Galacticos itu.

Raihan banyak trofi juga bagian tak terpisahkan dari nama besar Madrid. Isco tidak salah. Ketiganya ia dapatkan. Sayangnya, ada satu hal yang membuatnya kerap memasang wajah muram.

Sudah jadi rahasia umum, pelatih Zinedine Zidane, lebih mempercayakan lini tengah El Real pada Luca Modric, Toni Kroos, atau Casimero. Isco dan James Rodriguez jadi opsi kedua. Mereka harus puas jadi penghangat bangku cadangan.

Menit bermain Isco di Madrid sungguh mengenaskan. Secara keseluruhan, musim ini Isco tercatat sebagai pemain dengan menit bertanding paling sedikit kedua di Madrid, yakni 1.346 menit. Gareth Bali yang absen tiga bulan karena cedera, bahkan punya menit bertanding lebih besar!

Sebenarnya pemain cadangan masih bisa berharap dimainkan penuh di Copa del Rey. Namun kebijakan rotasi kurang berjalan sesuai harapan pemain. Di La Liga, ia pun kerap diturunkan hanya jika tim sudah kepayahan.

Paling gres, tadi malam saat di markas Villareal, Cristiano Ronaldo dkk. dipaksa kebobolan 0-2. Begitu Isco diturunkan (juga Alvaro Morata), situasi langsung berubah. Madrid akhirnya berbalik menang 3-2!  Peristiwa serupa sudah sering terjadi.

Tak heran, perlakuan  Zidane kepada Isco dianggap kejam. Tak cukup hanya disitu “kekejaman” El Real pada Isco. Sadar dirinya tak terlalu diutamakan klub, ia tersanjung saat para pemain Barcelona meminta timnya membeli Isco.

Usulan pertama disampaikan sang mega bintang, Lionel Messi, disusul Jordi Alba, juga pemain lain yang terus terang mengagumi Isco. Toh Isco tak bisa berbuat apa-apa. Kala dibeli dari Malaga, Isco meneken kontrak dengan satu klausul beraroma permusuhan.

Isinya, jika suatu saat ia ingin pindah, ada syarat yang harus dipatuhi: tak boleh ke Barcelona! Artinya, dengan klausul kontrak Anti-Barca, Isco harus memilih tim manapun kecuali klub Catalan tersebut.

Bagi Barca atau Isco, ini terasa tidak adil. Tapi klausul kontrak tersebut memang berkekuatan hukum tetap. Untungnya, Messi dkk. atau Isco, tak perlu terlalu bersedih. Isco masih bisa bergabung ke Camp Nou, namun dengan cara berputar.

Misal, dibeli klub lain terlebih dulu, baru setelah itu klub bersangkutan menjual ke Barcelona. Hal ini juga sah menurut hukum. Guna menambah jam terbang, Madrid sendiri sempat menjual Alvaro Morata ke Juventus, dengan klausul buy-back khusus.

Di Madrid, ia kalah bersaing dengan Ronaldo, Gareth Bale, atau Karim Benzema. Semusim di Juve, Madrid membeli Morata lagi. Tujuannya bukan untuk dipakai secara permanen, namun untuk dijual lagi ke klub lain, tentu dengan harga lebih tinggi.

Dalam sepak bola profesional, fakta seperti itu terasa kejam, namun sah. Memang kasihan Isco atau Morata, yang tampak hanya sebagai komoditas, atau juga “korban”. (SN)

(Visited 106 times, 3 visits today)
Editor: Sigit Nugroho