Offside.co.id

Anthony Juara Tunggal Putra Indonesia Masters 2018

Minggu 28 Januari 2018 20:26 WIB

Offside.co.id – Pebulutangkis muda potensial Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, sukses meraih gelar juara Indonesia Masters 2018 setelah menumbangkan tunggal Jepang, Kazumasa Kasai pada final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (29/1).

Gelar ini merupakan yang pertama Anthony di kejuaran yang diadakan di Indonesia. Ia sukses menumbangkan Kazumasa dua set langsung dengan skor 21-13 dan 21-12 dalam waktu 34 menit.

“Saya bersyukur bisa mendapatkan gelar pertama saya di Indonesia,” ujar pebulutangkis 21 tahun  tersebut ketika ditemui di acara konferensi pers setelah pertandingan.

Menurutnya, Kazumasa terlihat tidak bisa keluar dari tekanan dan ditambah dengan teriakan penonton yang semakin membuat dia tertekan. Situasi ini mempermudah Anthony dalam melakukan serangan.

Dengan kemenangan ini, Anthony telah meraih dua gelar Superseries. Sebelumnya dia meraih juara di Korea Open 2017 mengalahkan rekannya sendiri, Jonatan Christie. Saat ini Anthony berada di peringkat 16 rangking BWF dan memiliki jumlah kemenangan sebanyak 112 kali sepanjang kariernya.

Keberhasilan juga dirah ganda putra Marcus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang menang atas pasangan China Li Junhul/ Liu Yuchen 11-21, 21-10, 21-16. Ini merupakan gelar pertamanya di tahun 2018.

 

Owi/Butet Gagal

Sementara itu ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir, gagal mendapatkan gelar pertamanya di 2018, setelah dikalahkan pasangan Cina, Zheng Si Wei dan Huang Yaqiong dua set langsung 21-14, 21-11 pada final Indonesia Masters 2018 di Istora Senayan Jakarta, Minggu (28/1).

Pasangan Indonesia yang sedang menduduki peringkat tiga dunia itu kalah cepat dibandingkan dengan pasangan Cina yang menjadi lawannya tersebut. Tak membutuhkan waktu lama bagi Zheng Si Wei/Huang Yaqiong untuk megalahkan pasangan andalan Indonesia yang akrab disapa Owi/Butet. Hanya 33 menit menyudahi perlawanan pemain tuan rumah ini.

Liliyana merasakan bahwa selama permainan strategi dia dan Tontowi gagal. Mereka merasa sering membuang banyak poin dari kesalahan sendiri serta kalah cepat dalam hal serangan.

“Kami kalah cepat di awal, mereka mainnya cepat banget. Strategi kita untuk menyerang selalu gagal,” kata Owi.

Pertandingan tersebut merupakan pertemuan pertama kedua pasangan tersebut, dan beberapa bulan ke depan kedua pasangan tersebut harus mempersiapkan diri untuk Asian Games.

Sementara bagi Liliyana dan Tontowi kekalahan ini dijadikan sebagai pengalaman sekaligus “perkenalan” dengan pasangan muda Cina ini.

“Walaupun kalah, kami tetap optimistis, karena kedepannya terutama Asian Games kami harus mempunyai target, dan target kami bisa mempersembahkan emas. Semoga target ini bisa terealisasi,” lanjutnya.

Mereka juga menambahkan ada misi tersendiri untuk pasangan cina ini, jika nanti bertemu lagi di Asian Games 2018 mendatang, yakni misi balas dendam. “Kalo bertemu mereka lagi, kita punya misi balas dendam.” (ANDI/IZZAT/HISAN/KS)

 

(Visited 35 times, 5 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo