Offside.co.id

Terungkap! Mike Tyson Mengaku, Ternyata Dia Penakut

Minggu 26 Maret 2017 09:22 WIB

Offside.co.id – Pengakuan mengejutkan disampaikan salah satu juara dunia kelas berat paling ditakuti sepanjang sejarah: Mike Tyson (50).

Eks berandalan dengan profil menyeramkan yang gemar memukul KO lawan dalam hitungan detik ini, ternyata seorang penakut! Bukan di masa kecil, tapi justru saat dia sedang berada di masa jaya! Aneh?

Tentu saja. Bukankah Tyson adalah kombinasi petinju pemilik kekuatan, kecepatan, dan karakter “buas”? Benar, namun begitulah faktanya. Media Inggris Daily Star edisi hari ini mengutip penuturan jujur Si Leher Beton tersebut.

Pria dengan rekor tanding 50-6-2 (44 KO) ini mengakui jika ia memang tampak penuh percaya diri saat melangkah menuju ring tinju.

“Padahal sesungguhnya selama berlatih menjelang laga, aku punya perasaan takut pada calon lawan. Aku takut dia bisa mengalahkanku. Itu sampai terbawa mimpi,” ungkap pria dengan postur kecil (178 cm) untuk ukuran petinju kelas berat ini.

BACA JUGA :   Tiga Suporter Tewas Harus Diusut Tuntas

Namun beruntung ia bisa mengatasi perasaan takut setiap kali akan bertanding. “Semakin dekat menuju ring, aku lebih konfiden. Percaya diri. Begitu naik ring, keyakinanku pulih. Tak seorangpun bisa mengalahkanku,” lanjutnya.

Sekalipun jadi petinju paling mengerikan di planet ini, toh dua kali ia keok. Pertama, kalah TKO dari Evander Holyfield (yang ia gigit kupingnya). Kedua, kalah KO dari James Buster Douglas.

Banyak pengamat menilai, kekalahan itu semata karena ia tak disiplin setelah jadi raja tinju kelas berat. Bukan soal lain.

Tyson pun dua kali membuat keputusan mengejutkan. Ia masuk Islam saat dipenjata 1995 dan mengubah namanya menjadi Malik Abdul Aziz. Setelah tiga kali menikah, kini hidupnya lebih tenang.

“Aku bersyukur mendapat istri sebaik dia. Aku tak pantas berada di sisinya,” ujar Tyson menyanjung Lakiha Kiki Spacer (32), wanita yang memberinya dua anak, Milan dan Morocco.

BACA JUGA :   Tiga Suporter Tewas Harus Diusut Tuntas

Keputusan lain yang bikin heboh adalah dukungannya di masa kampanye Pilpres AS untuk Donald Trump. Maklum, mereka berkawan lama sejak Tyson jadi sumber uang. Bukankah Trump melarang orang Islam masuk AS?

Dalam sebuah talk show Tyson memang sempat menggeleng-gelengkan kepala terkait kebijakan Trump. Ia bersyukur, kebijakan itu direvisi dan hanya untuk muslim negara tertentu saja.

“Aku muslim, dan kawan-kawanku Kristen atau agama lain, semua menolak kelompok Evangelis membakar dan membunuh orang beragama lain. Kami juga sama-sama menolak orang diledakkan, dipotong lehernya atau hal lain,” paparnya.

Meskipun dalam kondisi bangkrut, Tyson kini merasa bahagia. “Karena Allah melindungi. Kita butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita,” ujarnya dengan nada bijak. (SN)

(Visited 729 times, 25 visits today)
Editor: Sigit Nugroho