Offside.co.id

Pengurus PSSI Tak Lagi Bicara Sepakbola

Jumat 12 April 2019 08:00 WIB

Offside.co.id – APA yang terjadi pada Joko Driyono, Plt Ketua Umum PSSI, adalah kali pertama dalam dunia sepakbola Indonesia. Sebelumnya, dalam sejarah perjalanan pemimpin-pemimpin PSSI, tak pernah ada seorang pun ketua umumnya ditahan aparat penegak hukum karena masalah sepakbola.

Menyimak penjelasan Satgas Antimafia Bola yang dibentuk Mabes Polri, sepertinya pengurus PSSI sekarang ini benar-benar sudah tidak lagi bicara sepakbola sebagai olahraga, melainkan sudah menjadi bisnis yang tidak jelas untuk siapa. Apakah untuk sepakbola? Atau hanya untuk kepentingan oknum-oknum pengurus?

Sangat janggal kondisi yang terjadi. Misalnya pernyataan Gusti Randa, anggota Exco PSSI, yang menyatakan dirinya saat ini sebagai pejabat Ketua Umum PSSI, setelah ditunjuk Joko Driyono. Padahal, seharusnya Gusti sangat paham bahwa kalau Joko Driyono berhalangan maka yang menjadi Pejabat Ketua Umum PSSI adalah wakilnya, yang dalam hal ini adalah Iwan Budianto. Bukan Gusti.

Penyidik dari Satgas Antimafia Bola memeriksa ruangan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Rabu (30/1). (Foto: Istimewa)

Infonya, Iwan Budianto tidak mau jadi Pejabat Ketua Umum karena dia sibuk dengan hajatan Piala Presiden dan merasa tidak mampu memutar roda kompetisi tahun 2019, karena sulit mencari sponsor atau hal-hal lain yang berkaitan dengan pendanaan kompetisi.

BACA JUGA :   Kick Off Liga 1 Mundur Sepekan

Benarkah itu?

Banyak hal sekarang di sepakbola Indonesia yang makin membuat kita bingung dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya dengan organisasi dan sepakbola kita? Apa yg terjadi?

Apakah benar bahwa Joko Driyono sekarang telah menjadi ‘Godfather” sepakbola Indonesia, sehingga dia mampu menyelamatkan beberapa klub yang hampir kolaps. Apakah sudah sejauh itu perjalanan sosok yang akrab dipanggil Jokdri itu?

Pengakuan Dani, sopir Jokdri, bahwa dia pernah mentransfer uang sebesar Rp 5 miliar atas perintah bosnya itu.

BACA JUGA :   Atletico Tunda Kepastian Juara Barcelona

Nah, pertanyaannya, sudah sejauhmana Tim Satgas Antimafia Bola mengetahui perjalanan uang-uang yang ditransfer dan dari mana asalnya?

Bagaimana mungkin PSSI sebagai organisasi besar tidak memiliki uang, tapi oknum pengurusnya malah memiliki banyak uang dan dapat menggunakannya sesuai dengan apa yang diinginkan? Pun demikian dengan pengakuan oknum bagian pemasaran Persija, yang menurut Dani, memerintahkan pemusnahan dokumen keuangan Persija.

Sebaiknya semua informasi yang pernah muncul ke permukaan dunia sepakbola ini diungkap dengan tuntas oleh Satgas Antimafia Bola, karena hal ini berkaitan dengan masa depan sepakbola Indonesia. Tanpa penyelesaian yang tuntas maka sampai kapan pun sepakbola Indonesia tidak akan bisa maju. Semoga Satgas dapat menyelesaikannya dengan baik untuk generasi muda pemain sepakbola negeri ini.

(Penulis adalah Pemerhati Sepakbola dan Mantan Pengurus PSSI)

(Visited 9 times, 9 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo