Offside.co.id

7 Hal yang Terjadi Jika Pembekuan PSSI Dicabut

Senin 25 April 2016 16:57 WIB

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi untuk mengkaji Surat Keputusan (SK) Pembekuan PSSI. Hal ini diungkapkan saat Jokowi bertemu Menpora dan Ketua Ad-Hoc PSSI Agum Gumelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/2).

Dalam keterangan pers-nya, Imam bersedia mematuhi permintaan presiden Jokowi namun dengan beberapa syarat, salah satunya segera diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Keputusan dari pemerintah pun akan diumumkan selambatnya dalam dua hari ini. Banyak hal bisa terjadi jika instruksi presiden itu dilaksanakan. Apa saja?

Berikut 7 hal yang akan terjadi andai pembekuan PSSI dicabut:

1. KLB PSSI

PSSI menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB) untuk menyusun kepengurusan baru sesuai dengan Statuta FIFA. KLB paling lambat digelar enam bulan sejak surat pembekuan PSSI dicabut pemerintah. “Bau” busuk sudah menyengat. Intervensi pemerintah lewat uang dan kekuasaan, bisa mengarahkan peserta KLB untuk memilih calon yang direstui pemerintah. Mirip era Orde Baru.

2. Kompetisi Bergulir

Kompetisi Indonesia Super League bisa bergulir, dengan operator yang direstui PSSI. Bisa jadi bukan PT Liga Indonesia, tapi PT Gelora Trisula Semesta atau operator lain. Jika PSSI dan klub “menyerah” atau tercerai berai, bisa jadi pemerintah merestui jika operatornya eks orang-orang LPI (Liga Primer Indonesia), yang dulu berseberangan dengan La Nyalla Mattalitti.

3. Tata Kelola Sepakbola

PSSI harus memastikan tata kelola yang baik dalam manajemen sepakbola Tanah Air. Statuta FIFA harus dijalankan sepenuhnya. Misalnya, tidak boleh lagi ada klub yang ikut kompetisi dengan masih menunggak gaji pemain. Aturan ini sangat baik.

4. Tim Transisi Dibubarkan

Tim Transisi PSSI yang telah dibentuk Menteri Pemuda dan Olahraga, akan melanjutkan tugas mengawasi PSSI. Mereka bakal dibubarkan jika PSSI sudah menjalankan roda organisasi dengan baik, sesuai arahan pemerintah. Namun ada potensi, tim ini berganti nama, namun tugasnya sama saja, atau ada tambahan sedikit.

5. Timnas Tampil Kembali

Timnas bisa segera mempersiapkan diri menghadapi AFF Cup 2016, SEA Games 2017, dan Asian Games 2018. Cuma, untuk laga di tahun 2016 rasanya masih tanda tanya. Jika FIFA mengendus intervensi pemerintah masih terasa kuat, bisa jadi Indonesia tetap akan dikucilkan dari pentas internasional. Setidaknya, sampai rezim ini berganti.

6. Pemain Indonesia “Mudik”

Pemain asal Indonesia yang bermain di kompetisi sepakbola luar negeri, berpotensi bisa kembali pulang dan bermain di liga reguler Tanah Air. Baik di akhir musim, atau pada pertengahan musim, sebab mereka sudah terlanjur meneken kontrak, dan itu harus dihormati. Kecuali ada mekanisme transfer, namun kecil kemungkinannya. Banyak klub kita yang tengah sulit menggaet sponsor. Lain hal dengan klub besar seperti Persib atau Arema.

7. Perekonomian Pulih

Roda perekonomian kembali berputar bagi mereka yang selama ini menggantungkan hidup dari sepakbola. Ada pemain, pelatih, ofisial, pedagang atribut suporter, penjual makanan dan minuman, tukang parkir di sekitar stadion dan lain-lain. Industri sepakbola akan bergeliat lagi, tak terkecuali media yang ikut bergairah lagi di laman sepakbolanya. (BM)

(Visited 58 times, 1 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid

You must be logged in to post a comment Login