Offside.co.id

Samsul Arif, Balas Budi Ajak Purwaka ke Persib

Rabu 17 Februari 2016 18:40 WIB

Kepindahan penyerang Arema Cronus, Samsul Arif Munip ke Persib Bandung mengejutkan semua pihak, terutama punggawa dan pelatih baru tim Singo Edan, Milomir Seslija. Tak sendiri, mantan pemain Persibo Bojonegoro ini turut serta membawa Purwaka Yudi. Kenapa harus berdua? Balas budi jawabnya.

Sebelum memutuskan bergabung ke tim Maung Bandung, Samsul sedikitnya ditawari Persija Jakarta, Madura United dan Pusamania Borneo FC. Namun ia tak tergoda. Samsul tetap memilih Persib sebagai pelabuhan karir selanjutnya karena Maung Bandung bersedia menyanggupi permintaannya, yaitu juga turut menyertakan Purwaka Yudi sebagai bagian dari paket transfer.

Dalam banyak berita, disebutkan kalau Samsul senantiasa bicara soal angka dengan klub peminat, termasuk kala bernegosiasi perpanjangan kontrak dengan Arema. Ternyata, tak sepenuhnya itu benar. Permintaan “paket plus Purwaka” tersebut sebenarnya lazim. Hanya alasannya yang sedikit menyentuh hati.

“Ini sebagai bentuk rasa kebersamaan. Dulu waktu mau bergabung ke Arema, dialah yang mengajak saya. Ini semacam balas budi atas kebaikannya,” ujar Samsul. Tentu saja, soal angka juga menjadi pertimbangan.

Begitu Persib oke, tekad Samsul merapat ke Bandung pun bulat. Laga uji coba Arema melawan Madura United pada Minggu (14/2) dimanfaatkan Samsul dan Purwaka sebagai laga perpisahan dengan rekan-rekannya. Usai laga tersebut Samsul bahkan tak kuasa menahan air mata saat mendapatkan pelukan erat dari rekan-rekan satu timnya. Salah satu yang tak menyangka hengkangnya dua pemain itu adalah gelandang Arema, Ahmad Bustomi.

“Tak bisa berkata apa-apa, cuma air mata yang menetes dengan sendirinya. Sukses di klub barunya dulurku @samsul9arif & Purwaka #Respect,” tulis Bustomi, pada akun twitternya @Bustomi_19.

Manajer Madura United, Haruna Sumitro menjelaskan, jika pihaknya langsung menghubungi Samsul begitu mengetahui kabar ia ingin keluar dari Arema. Namun ternyata Samsul memberi syarat meminta Purwaka ikut disertakan.

BACA JUGA :   Persija Nyaris Permalukan Arema di Kanjuruhan

“Mohon maaf, Bos. Belum bisa ikut bergabung Madura United. Saya tidak enak sama Purwaka. Dia yang mengajak saya ke Arema, sekarang saya mau ikut Purwaka dulu. Mohon maaf sebesar-besarnya,” begitu bunyi pesan singkat Samsul kepada Haruna.

“Kami berani mendekati Samsul karena ada info dia mau keluar dari Arema. Bocoran yang kami terima, Samsul memang ingin satu paket dengan Purwaka. Tapi, kami coba hanya mendekati Samsul karena kami memang butuh striker,” jelas  Haruna.

Terkuak isu, kedua pemain ini enggan bertahan karena nilai kontrak yang ditawarkan oleh manajemen Arema tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Hingga Arema mengkonsentasikan skuad di Batu, empat pemain tetap belum mau tanda tangan kontrak. Samsul dan Purwaka termasuk di dalamnya.

Saat dikonfirmasi, manajer tim Arema Cronus, Ruddy Widodo menjawab diplomatis. Ia menyatakan dalam era industri sepakbola seperti sekarang, perpindahan pemain adalah hal yang biasa.

“Dalam era industri sepakbola, kami anggap masuk dan keluarnya pemain adalah hal biasa. Ini juga menjadi bukti walaupun sepakbola Indonesia mati suri, tapi perpindahan pemain terus terjadi,” jelasnya.

Tak ada pernyataan jelas apakah memang kedua pemain tersebut tak cocok dengan nilai kontrak atau ada hal lain. “Samsul dan Purwaka merasa bertanggung jawab atas kegagalan Arema Cronus meraih juara di Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman. Mungkin juga ada target pribadi,” tambah Ruddy.

Kini, Samsul dan Purwaka sudah bergabung dengan latihan Persib dan ikut serta di turnamen Bali Island Cup (BIC) yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, secara terang-terangan menyatakan bahwa timnya telah mengincar Samsul Arif sejak tahun lalu. Bahkan lobi untuk mendatangkan Samsul sudah lama dilakukan, namun baru terwujud pada saat ini.

BACA JUGA :   Catat Nilai Sempurna, Timnas U-16 Lolos ke Piala AFC

“Pemain mana yang enggak tertarik sama Persib? Lobi sebenarnya sudah dari tahun kemarin, inginnya dari tahun kemarin, mereka merapat sama kita. Tapi jodohnya baru sekarang,” ujar Umuh Muchtar.

Ia menuturkan, pertimbangan merekrut keduanya lantaran Persib masih membutuhkan pemain di posisi penyerang dan bek tengah. Kebetulan Samsul dan Purwaka termasuk berpengalaman di dua posisi tersebut. Umuh sengaja berangkat ke Bali bersama rombongan Persib demi menyerahkan kedua pilar baru itu kepada pelatih Dejan Antonic.

Dejan mengaku senang dengan bergabungnya dua pemain tersebut. Dia sudah menaruh kekaguman kepada mereka sejak dulu. “Klub memilih pemain-pemain yang berkualitas. Saya tidak takut untuk persiapan dua-tiga tahun ke depan. Saya senang mereka bisa gabung,” jelas dia.

Kedatangan dua pemain itu, khususnya Samsul membawa angin segar bagi Persib. Pasalnya, dalam BIC, penyerang anyar Persib, Aron Da Silva, tidak ikut ke Bali lantaran mendadak pergi ke Thailand. Dengan kehadiran Samsul, lini depan Persib tetap diisi empat pemain, yakni Rudiyana, Rahmad Hidayat, Tantan, dan ia sendiri.

Samsul memang belakangan menjelma menjadi salah satu penyerang terbaik di Tanah Air. Sebelum bersama Arema, dia sempat malang-melintang bersama Persibo Bojonegoro dan Persela Lamongan. Bersama Persibo, Samsul sempat jadi pencetak gol terbanyak Piala Indonesia 2009.

Sementara Purwaka merupakan bagian dari Arema saat memenangi Indonesia Super League (ISL) 2009/10. Dia juga masih jadi andalan lini belakang Singo Edan saat jadi runner-up di musim selanjutnya. (BM)

(Visited 189 times, 4 visits today)
Editor: Bakhtiar Majid

You must be logged in to post a comment Login