Offside.co.id

Kartu Merah: Dulu Bela, Kini Mourinho Marahi Bailly!

Jumat 12 Mei 2017 10:59 WIB

Offside.co.id – Sikap berbeda ditunjukkan Jose Mourinho dalam menyikapi kartu merah yang diterima bek andalannya, Eric Bailly.

Jika dulu, saat diusir wasit saat lawan Saint Etienne, di ajang Liga Eropa, Februari lalu. Kini pada gelaran yang sama, palang pintu asal Pantai Gading itu kembali diganjar kartu merah!

Bailly diusir oleh wasit Ovidiu Hategan karena dianggap memukul striker John Guidetti dan kemudian terlibat perselisihan dengan bek Facundo Roncaglia pada menit ke-87.

Buka  cuma Bailly, Roncaglia pun lantas diusir sang pengadil di lapangan. “Saya tidak melihat insiden tersebut. Tensi pertandingan sangat tinggi. Beberapa pemain bisa mengontrol emosi lebih baik, yang lain tidak. Namun, Bailly terlalu naif. Dia tidak seharusnya mendapat kartu merah,” kata Mourinho.

BACA JUGA :   Bali United Kenalkan Empat Rekrutan Baru

Dia jelas marah sebab efek kartu merah itu berimbas ke laga final yang sangat krusial. Di sanalah tiket ke Liga Champions diperebutkan!

“Dalam situasi seperti ini, kadang wasit salah memberikan kartu. Mungkin saja, Bailly sedikit tidak pengalaman. Saya tidak melihat insiden itu secara rinci. Namun, kami kehilangan pemain penting pada final dan tidak memiliki banyak opsi pemain lain,” ujar Mourinho.

Pada kasus kontra Saint Etienne dulu, Mourinho jelas membela Bailly setelah yang bersangkutan diusir wasit pada Kamis (23/2).

BACA JUGA :   AC Milan Incar Bintang Muda Ajax Ini

Di leg kedua babak 32 besar Liga Europa tersebut, Bailly mendapatkan kartu kuning kedua dari wasit Deniz Aytekin seusai melanggar Romain Hamouma di menit ke-63.

Pertandingan itu sendiri dimenangi United dengan skor 1-0 untuk menggenapi agregat menjadi 4-0. Mourinho mencoba membela Bailly yang ia sebut dicurangi lawan.

Saat ini Mourinho sadar, pembelaan apapun tiada guna dilakukan. Toh Bailly tetap dilarang main di final kontra lawan keras: Ajax Amsterdam. Pantas Mourinho marah! (SN)

 

 

(Visited 173 times, 3 visits today)
Editor: Sigit Nugroho