Offside.co.id

Salah Jurusan, Pebri Malah Ciptakan “Aku Pintar”

Jumat 9 Agustus 2019 17:31 WIB

Offside.co.id – Sebanyak 87 persen pelajar di Indonesia merasa salah ambil jurusan ketika kuliah. Berawal dari kegelisahan itu, mahasiswa Magister Manajemen dan Teknologi (MMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Lutvianto Pebri Handoko merancang sebuah aplikasi daring yang dinamai “Aku Pintar.”

“Saya pribadi merasa salah jurusan dari S1 saya teknik kimia, lalu S2 saya manajemen dan saya bergerak di bidang bisnis IT,” tutur Pebri ketika bertandang di markas PWI DKI Jakarta, Gedung Prasada Sasana Karya Lantai 9, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

Hadir dalam pertemuan itu Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah didampingi Kadirah (Bendahara), Tubagus Adhi (;Wakil Kabid Kesejahteraa), Margianto (Wakil Ketua Seksi Wartawan Radi), dan Widya Victoria (Wakil Ketua Seksi Politik).

Pebri menjelaskan, awal ide ini muncul untuk membantu pelajar maupun mahasiswa mempersiapkan masa depannya. “Dari situ lalu muncul fitur-fitur lainnya dan saat ini aplikasi Aku Pintar merupakan aplikasi pendidikan terlengkap,” kata Pebri yang juga CEO Aku Pintar, berpromosi.

BACA JUGA :   Madrid Tanpa Hazard di Laga Pembuka

Ada enam fitur di aplikasi yang sudah beroperasi sejak Februari 2018. Salah satunya fitur minat pintar yang berisi tes kepribadian dan penjurusan bagi para pelajar. Ada lagi fitur belajar pintar. Termasuk juga ada simulasi try out untuk ujian nasional, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) atau tes kedinasan lainnya. Ini masih ditambah fitur APlive untuk membahas soal ujian secara daring.

Masing-masing fitur dalam aplikasi Aku Pintar saling terintegrasi satu sama lain dan dapat diakses secara gratis.

Pebri mengatakan, pembuatan aplikasi ini bersama tim satu jurusan Informatika ITS juga ada psikolog dari Universitas Airlangga yang membantu meneliti alat tes minat bakatnya.

“Adapun tim psikologi yang lain lebih ke fitur yang lain namanya “Konseling” di mana itu merupakan tempat untuk curhat atau jika ada masalah baik bagi pelajar maupun orangtuanya yang akan ditemani dengan psikolog,” terangnya lebih lanjut.

BACA JUGA :   Jorginho Ingin Ukir Prestasi di Chelsea

Masing-masing fitur dalam aplikasi Aku Pintar saling terintegrasi satu sama lain dan dapat diakses secara gratis oleh pelajar Indonesia.

Selain memperkenalkan aplikasi Aku Pintar, Pebri juga menyampaikan keinginan mengajak kerja sama pihak PWI Jaya.

“Besar harapannya dengan kerjasama ini lebih banyak pelajar yang terbantu dalam pendidikan yang lebih baik, terarah dan tentunya agar ke depannya SDM Indonesia semakin baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” pintanya.

Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah menyambut positif kerja sama ini dan diharapkan bisa ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) kedua pihak. Salah satu gagasan Ketua PWI Jaya diadakan kegiatan tatap muka di beberapa sekolah, khususnya di wilayah DKI Jakarta. (KS)

 

 

(Visited 8 times, 8 visits today)
Editor: Kesit B Handoyo

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply